Kamis, 22 Mei 2014
» Arsip
» Diakses : 50 kali
» Dikirim : 0 kali
View the Original article
» Arsip
» Diakses : 50 kali
» Dikirim : 0 kali
Menurut para ilmuwan yang melaporkan hasil studi tentang kesamaan genetik dari pasangan yang menikah pada Senin (21/5), orang cenderung memilih pasangan dengan DNA yang sama.
Dalam studi itu, para peneliti memeriksa cetak biru genetik dari 825 pasangan menikah di Amerika Serikat dan menemukan preferensi signifikan pada pasangan dengan kesamaan DNA pada seluruh genom manusia.
Studi tersebut membandingkan hubungan dekat suami atau isteri yang memiliki kesamaan DNA dengan kecenderungan kuat orang untuk menikahi pasangan dengan tingkat pendidikan yang sama.
Para peneliti menemukan bahwa preferensi pada pasangan yang memiliki kesamaan genetik sekuat preferensi pasangan dengan pendidikan yang sama.
Sebanyak 1.650 orang yang dipelajari dalam studi adalah orang non-Hispanik, pria dan perempuan berkulit putih yang lahir antara tahun 1930an dan 1950an yang ambil bagian dalam studi lebih luas tentang kesehatan yang didanai pemerintah Amerika Serikat.
"Kami tahu bahwa orang-orang lebih menyukai pasangan dengan kesamaan genetik karena kami tahu orang cenderung berkencan dan menikah dengan orang dari ras dan kelompok etnik mereka. Kami bekerja keras untuk tidak hanya meniru fakta itu," kata peneliti Benjamin Domingue dari Institute of Behavioral Science di University of Colorado, yang memimpin studi itu.
"Kami menghilangkan variasi ras dan mencoba mengendalikan ragam etnis. Dan kami masih menemukan preferensi pada individu dengan genetik sama," tambah Domingue seperti dilansir kantor berita Reuters.
Para peneliti mengukur kesamaan genetik dengan membandingkan 1,7 juta blok bangunan DNA individu, yang disebut single nucleotide polymorphisms, pada peserta studi.
Mereka membandingkan susunan genetik pasangan yang menikah dengan orang berlawanan jenis yang secara acak dipilih dalam satu kelompok studi yang sama.
Namun Domingue juga mengatakan mekanisme aktual dari seseorang yang ditarik ke persamaan genetik orang lain mungkin rumit dan punya banyak segi.
Para peneliti mencatat bahwa orang biasanya memilih pasangan dengan latar belakang, karakteristik dan pendidikan yang sama, juga ras, agama, usia, pendapatan dan bentuk badan.
Kesamaan genetik bisa ditambahkan ke dalam daftar itu, kata mereka.
"Contohnya, orang jelas-jelas peduli dengan tinggi dalam memilih mitra. Orang tinggi menikahi orang tinggi lainnya, itu akan menghasilkan kesamaan genetik di antara pasangan. Tapi sulit untuk mengetahui apakah tinggi atau gen yang memicu keputusan ini," kata Domingue.
Para peneliti mengatakan akan menarik untuk melihat kesamaan hasil dengan studi yang lain yang melibatkan populasi lain dengan menambahkan ras, pasangan antar-ras, dan pasangan gay.
Peneliti mengatakan, berdasarka atas hasil penelitian terhadap hampir enam ribu perokok selama lima tahun, terlihat bahwa rokok elektronik memainkan peran penting dalam menurunkan jumlah perokok, sehingga mampu mengurangi kematian dan penyakit akibat tembakau.
Selain menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernapasan kronis lain, rokok tembakau juga menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner, pembunuh nomor satu di dunia.
"Rokok elektronik secara nyata meningkatkan kesehatan publik karena daya tarik yang meluas dan keuntungan kesehatan yang besar dengan berhentinya kebiasaan merokok," kata Robert West, pakar epidemiologi dan kesehatan masyarakat dari University College London yang memimpin studi tersebut.
Riset yang didanai oleh badan amal Riset Kanker Inggris dan dipublikasikan dalam jurnal Addiction West menyurvei 5.863 perokok antara tahun 2009 hingga 2014 yang mencoba berhenti tanpa menggunakan obat dokter atau bantuan profesional.
Hasil riset tersebut disesuaikan untuk berbagai faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan upaya berhenti merokok, kata West - termasuk umur, ketergantungan pada nikotin, upaya sebelumnya untuk berhenti merokok, dan apakah upaya tersebut dilakukan secara bertahap atau seketika.
Hasil penelitian itu menunjukkan 20 persen dari mereka yang mencoba berhenti dengan bantuan rokok elektronik menyatakan berhenti mengisap rokok konvensional.
Sebanyak 10,1 persen responden yang menggunakan bantuan lain seperti pengganti nikotin atau permen karet berhasil menghentikan kebiasaan merokok dan mereka yang hanya mengandalkan tekad sebanyak 15,4 persen berhasil.
Rokok elektronik mengandung nikotin -stimulan yang tidak berbahaya namun menyebabkan ketagihan- yang dikeluarkan melalui uap air bukannya asap seperti layaknya tembakau yang dibakar.
Produk yang relatif baru ini menjadi sangat kontroversial. Terdapat perbedaan pendapat apakah rokok itu akan menjadi alat terbaik untuk membantu mereka yang ingin berhenti merokok atau hanya akan mengganti satu kebiasaan buruk dengan kebiasaan buruk lain.
Karena beralih menggunakan rokok elektronik dari rokok tembakau tidak harus menghentikan ketergantungan pada nikotin, beberapa pakar mengatakan produk ini bisa membantu menghentikan kebiasaan merokok - yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) disebut sebagai "salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar yang pernah dihadapi dunia".
Namun pendapat lain mengatakan kurangnya bukti ilmiah jangka panjang untuk mendukung keamanan dan efektivitas rokok elektronik, serta peringatan bahwa produk itu bisa membuat kebiasaan merokok sebagai sesuatu yang normal dan diminati anak-anak atau mereka yang tadinya bukan perokok.
West sepakat bahwa bukti mengenai penggunaan jangka panjang masih kurang, namun ia menekankan bahwa pertimbangan risiko harus melihat kuatnya bukti mengenai kerugian akibat tembakau.
"Belum jelas apakah penggunaan rokok elektronik membawa risiko kesehatan, namun dari yang kita tahu mengenai kandungan uap air, ini akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan merokok," katanya.
Berdasarkan atas data WHO, rokok tembakau mengakibatkan kematian separoh perokok, dengan angka kematian mencapai enam juta orang per tahun.
West mengatakan bukti-bukti menunjukkan bahwa perokok yang mencari bantuan dokter atau klinik kesehatan yang menyediakan layanan berhenti merokok memiliki angka keberhasilan paling tinggi.
"Ini hampir menggandakan hingga tiga kali lipat peluang perokok untuk berhasil menghentikan kebiasaan itu, dibandingkan dengan jika melakukannya sendiri atau mengandalkan produk-produk pengganti," katanya, demikian Reuters.
(S022)
Bogor (ANTARA News) - Kebun Raya Bogor merayakan ulang tahun ke-197 dengan menggelar berbagi kegiatan di antaranya penandatanganan kesepakatan kerja sama pembangunan kebun raya daerah dan peluncuran Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Aeschynanthus Sudjana Kasan dan Begonia "Lovely Jo".
» Arsip
» Diakses : 20 kali
» Dikirim : 0 kali
ogor (ANTARA News) - Keberadaan Kebun Raya Bogor di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, kian terancam seiring pesatnya pembangunan gedung-gedung hotel di sekeliling kota hujan tersebut.
» Arsip
» Diakses : 45 kali
» Dikirim : 0 kali
BOGOR- Bupati Pelalawan, HM Harris, melaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Senin (19/5). Penekenan itu dilaksanakan di Kebun Raya Bogor.
» Arsip
» Diakses : 18 kali
» Dikirim : 0 kali
(BogorHumas LIPI). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar peringatan HUT ke-197 Kebun Raya Bogor (KRB) yang resmi jatuh pada tanggal 18 Mei. Selain dihadiri oleh jajaran LIPI, acara yang digelar pada Senin (19/5) juga dihadiri oleh Pemerintah Kota Bogor, beberapa perwakilan pemerintah daerah yang memiliki kerjasama dengan LIPI, serta para sesepuh peneliti yang pernah mengabdi untuk pengembangan KRB.
» Arsip
» Diakses : 45 kali
» Dikirim : 0 kali