Thursday, May 22, 2014

PARTISIPASI P2 KIMIA DALAM SEMINAR DAN PAMERAN DI JCC

Partisipasi P2 Kimia dalam Seminar dan Pameran di JCC
Kamis, 22 Mei 2014

snkai(Berita Kimia) Himpunan Kimia Indonesia (HKI) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta sejumlah mitra dari universitas dan industri menyelenggarakan Seminar Nasional Kimia Analitik dan Instrumentasi (SNKAI) 2014. Seminar diadakan pada 7 Mei 2014 atau bersamaan dengan penyelenggaraan pameran Lab Indonesia pada tanggal 7-9 Mei 2014 di Gedung Jakarta Convention Center (JCC). Seminar dibuka langsung oleh Ketua Umum Himpunan Kimia Analitik Indonesia, Muhammad A. Martoprawiro, Ph.D. Sejumlah mitra lain yang menjadi penyelenggara acara ini antara lain Departemen Kimia Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Akademi Analisis Kimia Bogor dan PT Prakarsa Sinergi Utama.

Dalam sambutannya, Rahmat Wibowo selaku Ketua SNKAI mengungkapkan kegembiraannya karena jumlah partisipasi peserta meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sebaran asal peserta juga lebih bervariasi yang berasal dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Tema yang diusung dalam acara ini adalah Peran Sains Kimia Analitik dan Instrumentasi dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penelitian, dan Industri yang Berwawasan Lingkungan.

Empat pembicara kunci (keynote speakers) diundang guna mengisi acara tersebut. Pembicara kunci pertama adalah Prof. Edison Munaf dari Universitas Andalas. Edison menyampaikan tentang penelitian biomaterial dari limbah pertanian yang dimanfaatkan untuk menyerap logam berat dalam air limbah. Pembicara kunci kedua adalah Prof. Sri Juari Santosa dari Universitas Gajah Mada yang membahas kerja laboratorium yang berlandaskan prinsip sustainabilitas. Prof. M. Bachri Amran dari Institut Teknologi Bandung selaku pembicara kunci ketiga menjabarkan mengenai strategi menghijaukan metode analisis kimia. Terakhir, upaya baru pengembangan metode penentuan dan pengawasan kualitas air dipaparkan oleh Prof. Jarnuzi Gunlazuardi dari Universitas Indonesia selaku pembicara keempat.

Sejumlah peneliti dari P2 Kimia, baik yang ada di Bandung dan Serpong, turut berpartisipasi di acara seminar ini. Dari P2 Kimia Bandung mengirimkan lima judul penelitian yang ditulis, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama, oleh tujuh orang peneliti seperti Retno Yusiasih, Evita Boes, Tina Rosmalina, Willy C. Nugraha, Y. Susanto Ridwan, Eka Dian P. dan Andreas. Sementara dari P2 Kimia Serpong mengirimkan dua judul penelitian yang ditulis secara bersama antara dua atau lebih peneliti yaitu Anis Kristiani, Fauzan Aulia, Kiky C. Sembiring, Haznan Abimanyu, Nurhani Aryana, Yosi Aristiawan dan Dyah Styarini. Topik penelitian yang diusung para peneliti ini bervariasi mulai dari pengembangan metode analisis, uji profisiensi, preparasi katalis, pembuatan standar acuan, dan sebagainya.

Di samping seminar, P2 Kimia juga berpartisipasi di acara pameran Lab Indonesia yang diselenggarakan oleh mitra yaitu PT Prakarsa Sinergi Utama dan ECMI ITE Asia Sdn Bhd. Pameran dibuka oleh Kepala Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) Kementerian Perindustrian, Arryanto Sagala. Ratusan instansi dan perusahaan memamerkan produk unggulan mereka di stand seluas sekitar 3.000 meter persegi tersebut. Dalam pameran yang ditargetkan dikunjungi sepuluh ribu orang itu, P2 Kimia menempati stand HKI bersama mitra afiliasi HKI lainnya.

P2 Kimia mengusung produk unggulan berupa layanan analisa kimia dan uji profisiensi. Analisa kimia yang disediakan diantaranya analisa struktur kimia, analisa air, analisa logam, analisa pangan/ pakan, analisa mikrobiologi, antioksidan, antidiabetes dsb. Analisa ini didukung dengan sejumlah sarana prasarana seperti laboratorium terakreditasi KAN dan ISO 17025, NMR 500 MHz, GC/MS/FID, HPLC, ICP-AES, GF-AAS, NIR, LC-MS, XRD, SEM, dsb. Adapun uji profisiensi dimaksudkan sebagai upaya untuk menjamin ketepatan dan ketelusuran hasil uji laboratorium. (berita:aars, foto: dokumen HKI, LIPI, Wartakota dan pribadi)



» Arsip
» Diakses : 50 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

Tuesday, May 20, 2014

Studi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA sama

Washington (ANTARA News) - Hasil studi terkini menunjukkan bahwa orang tidak hanya memilih pasangan berdasarkan kesamaan latar belakang, tapi juga kesamaan deoxyribonucleic acid (DNA), molekul yang menyandikan perintah genetik pada seluruh organisme hidup.

Menurut para ilmuwan yang melaporkan hasil studi tentang kesamaan genetik dari pasangan yang menikah pada Senin (21/5), orang cenderung memilih pasangan dengan DNA yang sama.

Dalam studi itu, para peneliti memeriksa cetak biru genetik dari 825 pasangan menikah di Amerika Serikat dan menemukan preferensi signifikan pada pasangan dengan kesamaan DNA pada seluruh genom manusia.

Studi tersebut membandingkan hubungan dekat suami atau isteri yang memiliki kesamaan DNA dengan kecenderungan kuat orang untuk menikahi pasangan dengan tingkat pendidikan yang sama.

Para peneliti menemukan bahwa preferensi pada pasangan yang memiliki kesamaan genetik sekuat preferensi pasangan dengan pendidikan yang sama.

Sebanyak 1.650 orang yang dipelajari dalam studi adalah orang non-Hispanik, pria dan perempuan berkulit putih yang lahir antara tahun 1930an dan 1950an yang ambil bagian dalam studi lebih luas tentang kesehatan yang didanai pemerintah Amerika Serikat.
 
"Kami tahu bahwa orang-orang lebih menyukai pasangan dengan kesamaan genetik karena kami tahu orang cenderung berkencan dan menikah dengan orang dari ras dan kelompok etnik mereka. Kami bekerja keras untuk tidak hanya meniru fakta itu," kata peneliti Benjamin Domingue dari Institute of Behavioral Science di University of Colorado, yang memimpin studi itu.

"Kami menghilangkan variasi ras dan mencoba mengendalikan ragam etnis. Dan kami masih menemukan preferensi pada individu dengan genetik sama," tambah Domingue seperti dilansir kantor berita Reuters.

Para peneliti mengukur kesamaan genetik dengan membandingkan 1,7 juta blok bangunan DNA individu, yang disebut single nucleotide polymorphisms, pada peserta studi.

Mereka membandingkan susunan genetik pasangan yang menikah dengan orang berlawanan jenis yang secara acak dipilih dalam satu kelompok studi yang sama.

Namun Domingue juga mengatakan mekanisme aktual dari seseorang yang ditarik ke persamaan genetik orang lain mungkin rumit dan punya banyak segi.

Para peneliti mencatat bahwa orang biasanya memilih pasangan dengan latar belakang, karakteristik dan pendidikan yang sama, juga ras, agama, usia, pendapatan dan bentuk badan.

Kesamaan genetik bisa ditambahkan ke dalam daftar itu, kata mereka.

"Contohnya, orang jelas-jelas peduli dengan tinggi dalam memilih mitra. Orang tinggi menikahi orang tinggi lainnya, itu akan menghasilkan kesamaan genetik di antara pasangan. Tapi sulit untuk mengetahui apakah tinggi atau gen yang memicu keputusan ini," kata Domingue.

Para peneliti mengatakan akan menarik untuk melihat kesamaan hasil dengan studi yang lain yang melibatkan populasi lain dengan menambahkan ras, pasangan antar-ras, dan pasangan gay.



View the Original article

Rokok elektronik tingkatkan keberhasilan berhenti merokok

London (ANTARA News) - Perokok, yang ingin menghentikan kebiasaan merokok, 60 persen berhasil jika beralih menggunakan rokok elektronik, dibandingkan jika mereka menggunakan produk pengganti berbahan nikotin atau permen karet atau hanya sekadar memiliki tekad kuat, kata peneliti, Selasa.

Peneliti mengatakan, berdasarka atas hasil penelitian terhadap hampir enam ribu perokok selama lima tahun, terlihat bahwa rokok elektronik memainkan peran penting dalam menurunkan jumlah perokok, sehingga mampu mengurangi kematian dan penyakit akibat tembakau.

Selain menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernapasan kronis lain, rokok tembakau juga menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner, pembunuh nomor satu di dunia.

"Rokok elektronik secara nyata meningkatkan kesehatan publik karena daya tarik yang meluas dan keuntungan kesehatan yang besar dengan berhentinya kebiasaan merokok," kata Robert West, pakar epidemiologi dan kesehatan masyarakat dari University College London yang memimpin studi tersebut.

Riset yang didanai oleh badan amal Riset Kanker Inggris dan dipublikasikan dalam jurnal Addiction West menyurvei 5.863 perokok antara tahun 2009 hingga 2014 yang mencoba berhenti tanpa menggunakan obat dokter atau bantuan profesional.

Hasil riset tersebut disesuaikan untuk berbagai faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan upaya berhenti merokok, kata West - termasuk umur, ketergantungan pada nikotin, upaya sebelumnya untuk berhenti merokok, dan apakah upaya tersebut dilakukan secara bertahap atau seketika.

Hasil penelitian itu menunjukkan 20 persen dari mereka yang mencoba berhenti dengan bantuan rokok elektronik menyatakan berhenti mengisap rokok konvensional.

Sebanyak 10,1 persen responden yang menggunakan bantuan lain seperti pengganti nikotin atau permen karet berhasil menghentikan kebiasaan merokok dan mereka yang hanya mengandalkan tekad sebanyak 15,4 persen berhasil.

Rokok elektronik mengandung nikotin -stimulan yang tidak berbahaya namun menyebabkan ketagihan- yang dikeluarkan melalui uap air bukannya asap seperti layaknya tembakau yang dibakar.

Produk yang relatif baru ini menjadi sangat kontroversial. Terdapat perbedaan pendapat apakah rokok itu akan menjadi alat terbaik untuk membantu mereka yang ingin berhenti merokok atau hanya akan mengganti satu kebiasaan buruk dengan kebiasaan buruk lain.

Karena beralih menggunakan rokok elektronik dari rokok tembakau tidak harus menghentikan ketergantungan pada nikotin, beberapa pakar mengatakan produk ini bisa membantu menghentikan kebiasaan merokok - yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) disebut sebagai "salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar yang pernah dihadapi dunia".

Namun pendapat lain mengatakan kurangnya bukti ilmiah jangka panjang untuk mendukung keamanan dan efektivitas rokok elektronik, serta peringatan bahwa produk itu bisa membuat kebiasaan merokok sebagai sesuatu yang normal dan diminati anak-anak atau mereka yang tadinya bukan perokok.

West sepakat bahwa bukti mengenai penggunaan jangka panjang masih kurang, namun ia menekankan bahwa pertimbangan risiko harus melihat kuatnya bukti mengenai kerugian akibat tembakau.

"Belum jelas apakah penggunaan rokok elektronik membawa risiko kesehatan, namun dari yang kita tahu mengenai kandungan uap air, ini akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan merokok," katanya.

Berdasarkan atas data WHO, rokok tembakau mengakibatkan kematian separoh perokok, dengan angka kematian mencapai enam juta orang per tahun.

West mengatakan bukti-bukti menunjukkan bahwa perokok yang mencari bantuan dokter atau klinik kesehatan yang menyediakan layanan berhenti merokok memiliki angka keberhasilan paling tinggi.

"Ini hampir menggandakan hingga tiga kali lipat peluang perokok untuk berhasil menghentikan kebiasaan itu, dibandingkan dengan jika melakukannya sendiri atau mengandalkan produk-produk pengganti," katanya, demikian Reuters.
(S022)



View the Original article

KEBUN RAYA BOGOR BERUSIA 197 TAHUN

Kebun Raya Bogor Berusia 197 tahun
Selasa, 20 Mei 2014

Bogor (ANTARA News) - Kebun Raya Bogor merayakan ulang tahun ke-197 dengan menggelar berbagi kegiatan di antaranya penandatanganan kesepakatan kerja sama pembangunan kebun raya daerah dan peluncuran Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Aeschynanthus Sudjana Kasan dan Begonia "Lovely Jo".

"Tiga tahun jelang dua abad, usia tersebut bukan waktu yang singkat untuk menjadikan kebun raya sebagai benteng terdepan dalam penyelamatan tumbuhan Indonesia," Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Didik Widyatmoko, M.Sc dalam acara puncak HUT Kebun Raya Bogor, Senin.

Didik mengatakan pada perhelatan kali ini ada tiga daerah yang mengajukan kerja sama teknis pembangunan kebun raya dengan Provinsi Jambi, Sulawesi Selatan, dan Provinsi Riau.

Selain itu diluncurkan pula Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Aeschynanthus Sudjana Kasan dan Begonia "Lovely Jo".

Didik menjelaskan Begonia "Lovely Jo" merupakan hasil persilangan dari Begonia puspitae dan Begonia pasamanensis.

Setelah melalui serangkaian uji coba BUSS (baru, unik, seragam, stabil) varietas tersebut telah mendapatkan hak PVT dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan No 00237/PPVT/S/2013 pada tanggal 29 September 2013.

"Dalam proses ini dihasilkan pula dokumen PPU (Paduan Pelaksana Uji) BUSS yang dalam jangka panjang dapat dijadikan acuan bagi masyarakat luas baik peneliti maupun hobiis dalam melahirkan varietas-varietas begonia baru," ujar Didik.

Sementara itu, Aeschynanthus Sudjana Kasan atau lebih dikenal dengan sebutan Bunga Lipstik Soeka adalah salah satu varietas baru dan merupakan varietas perdana yang dihasilkan di Kebun Raya Bogor.

Didik menambahkan sesuai dengan pasal 19 Peraturan Presiden No 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya Bogor, LIPI melalui PKT Kebun Raya Bogor sebagai lembaga yang melakukan pembinaan dan pengawas teknis atas pembangunan kebun raya daerah.

Peringatan HUT Kebun Raya Bogor ke-197 mengangkat tema "Tiga tahun menuju dua abad: Tumbuhan dan Manusia dalam Harmoni".



» Arsip
» Diakses : 20 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

PESATNYA PEMBANGUNAN KOTA BOGOR ANCAM KEBUN RAYA

Pesatnya Pembangunan Kota Bogor Ancam Kebun Raya
Selasa, 20 Mei 2014

ogor (ANTARA News) - Keberadaan Kebun Raya Bogor di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, kian terancam seiring pesatnya pembangunan gedung-gedung hotel di sekeliling kota hujan tersebut.

"Pembangunan beton-beton (hotel-red) saat ini sudah tidak terkontrol, ini mengancam ketersediaan air tanah bagi Kebun Raya," ujar Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor-LIPI, Dr Didik Widyatmoko M.Sc, dalam acara puncak peringatan HUT ke-197 Kebun Raya Bogor, di Kota Bogor, Senin.

Didik mengatakan, dampak kian banyaknya pembangunan hotel di Kota Bogor sudah kian terasa dengan mudahnya tanaman di Kebun Raya Bogor mengalami kekeringan.

"Coba saja liat, dua minggu saja kalau tidak hujan, tanaman mengering, kita harus menyediakan air luar biasa banyak untuk tetap menjaga kesuburan tanaman di Kebun Raya," ujar Didik.

Dikatakannya, kondisi demikian telah disampaikan pihak PKT Kebun Raya Bogor-LIPI kepada Wali Kota terpilih Bima Arya yang berencana akan menggelar rapat besar membahas ketersediaan air tanah di Kota Bogor.

Menurut Didik, Pemerintah Kota Bogor akan mengkaji sumber air di setiap hotel berasal dari mana dan akan mengatur penggunakan sumber air tanah bagi perhotelan.

Selain itu, lanjut Didik, PKT Kebun Raya Bogor-LIPI juga mengajukan penelitian terkait kondisi air tanah di sekeliling kebun raya dengan meminta bantuan Pusat Penelitian Geoteknologi Bandung.

"Situasi saat ini sangat mendesak, harus ada penelitian terkait kondisi air tanah di sekitar kebun raya. Harus didata hotel-hotel yang menggunakan sumber air dari mana. Diprediksikan semakin tidak terkontrolnya pembangunan hotel semakin tidak terkendalinya ketersediaan air," ujar Didik.

Didik menambahkan, harus ada komitmen yang komprehensif Pemerintah Daerah dalam melindungi keberadaan Kebun Raya Bogor. Karena keberadaan kebun yang sudah berusia 197 tahun tersebut memberikan kontribusi cukup banyak.

Menurut Didik, keberadaan Kebun Raya Bogor memberikan kontribusi pada jasa lingkungan, mengurangi polusi yang diserap oleh tumbuhan yanga da, menstabilkan iklim Bogor, menyerap polutan dan sumber air.

"Saat ini ada tiga mata air di dalam Kebun Raya Bogor, keberadaannya masih terjaga, dengan adanya Kebun Raya," ujar Didik.

Didik kembali menambahkan, pihaknya mendukung upaya Pemerintah Kota Bogor saat ini yang menginginkan Kota Bogor sebagai kota sejuta taman, selain dengan memperbanyak jumlah taman dan mengurangi jumlah angkot.

"Kita mendukung langkah Wali Kota Bogor saat ini, komitmenya untuk menjadikan Bogor Kota Taman. Juga akan mengurangi jumlah angkot ini menjadi penguatan revitalisasi Kebun Raya Bogor," ujar Didik.



» Arsip
» Diakses : 45 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

BUPATI PELALAWAN TANDANGANI MOU DENGAN LIPI DI BOGOR

Bupati Pelalawan Tandangani MoU dengan LIPI di Bogor
Selasa, 20 Mei 2014

BOGOR- Bupati Pelalawan, HM Harris, melaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Senin (19/5). Penekenan itu dilaksanakan di Kebun Raya Bogor.

MoU antaran Pemkab Pelalawan dengan LIPiU itu berkenaan dengan rencana pembangunan Kebun Raya Pelalawan. Penekenan nota kesepakatan dan kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI dan Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan.

Acara ini juga bersempena Ulang Tahun Kebun Raya Bogor yang ke-197 dengan tema "Tiga Tahun menuju Dua Abad Manusia dan Tumbuhan Dalam Harmoni". Dilaksanakan di Halaman Guest House Nusa Indah Pusat Konserpasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI. Pada acara yang sama juga dilakukan penandatangan MoU pembangunan Kebun Raya Bukit Sari Propinsi Jambi, Kebun Raya Puncak Provinsi Sulawesi Selatan.



» Arsip
» Diakses : 18 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

KEBUN RAYA BOGOR SINERGIKAN KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN EKONOMI

Kebun Raya Bogor Sinergikan Konservasi dan Pengembangan Ekonomi
Selasa, 20 Mei 2014

(BogorHumas LIPI). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar peringatan HUT ke-197 Kebun Raya Bogor (KRB) yang resmi jatuh pada tanggal 18 Mei. Selain dihadiri oleh jajaran LIPI, acara yang digelar pada Senin (19/5) juga dihadiri oleh Pemerintah Kota Bogor, beberapa perwakilan pemerintah daerah yang memiliki kerjasama dengan LIPI, serta para sesepuh peneliti yang pernah mengabdi untuk pengembangan KRB.

Mengambil tema 3 years to bicentenary: Plant and People in Harmony, KRB menekankan konsistensi untuk membangun harmoni antara tumbuhan dengan manusia serta menjadi benteng terdepan dalam konservasi tumbuhan. KRB mensinergikan pelestarian tumbuhan yang juga seiring dengan pengembangan ekonomi dan budaya, ungkap Kepala KRB LIPI, Dr. Didik Widyatmoko dalam sambutannya.

Kepala LIPI, Prof. Lukman Hakim dalam arahannya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan ekosistem yang sangat beragam. Indonesia juga telah dikenal sebagai mega-diversity country. Untuk itu, diperlukan minimal 47 Kebun Raya Daerah yang merepresentasikan ecoregion yang ada di Indonesia, pungkasnya.

Lukman juga mengatakan bahwa keberadaan kebun raya saat ini dirasakan makin penting dan merupakan kontribusi yang signifikan dalam upaya melestarikan berbagai jenis tumbuhan terancam kepunahan, endemik, atau bernilai ekonomi, yang di habitat alaminya telah sangat terancam atau bahkan telah punah.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011 tentang Kebun Raya, LIPI diamanatkan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan teknis atas pembangunan kebun raya. Terkait dengan hal tersebut, saat ini LIPI tengah membina 21 Kebun Raya Daerah yang berada pada tahap pembangunan serta 3 Kebun Raya Daerah lainnya yang berada pada tahap inisiasi. Untuk itu, bersamaan dengan HUT KRB dilakukan juga penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) antara LIPI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jambi, serta Penandatangan MoU baru dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, dalam rangka pembangunan kebun raya di masing-masing daerah tersebut.

Selain pengembangan Kebun Raya Daerah, LIPI melalui Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) juga sepakat untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Wakatobi di bidang pengembangan kemampuan ilmiah masyarakat dengan pengadaan Pekan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke XIII yang akan diselenggarakan pada 7-14 September mendatang di Wakatobi. Pendaftaran peserta PIRN telah dimulai sejak tanggal 7 April hingga 8 Agustus 2014, ungkap Kepala BKPI, Nur Tri Aries. Dalam acara tersebut, peserta akan dibekali materi metodologi penelitian, pelatihan penelitian lapangan serta bimbingan penulisan karya ilmiah. (ms)



» Arsip
» Diakses : 45 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article