Wednesday, February 13, 2013

DIRESMIKAN, GEDUNG INOVASI LIPI

Diresmikan, Gedung Inovasi LIPI
Rabu, 13 Februari 2013

(Jakarta, 13 Februari 2013 Humas BKPI LIPI). Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Lukman Hakim meresmikan Gedung Inovasi LIPI, Rabu (13/2), di Kawasan Cibinong Science Center (CSC) Cibinong Bogor. Tampak hadir dalam peresmian itu, antara lain Dr. Djusman Sajuti (Wakil Kepala LIPI), Dr. Akmadi Abbas (Sekretaris Utama LIPI), Dr. Fatimah Zulfah S. Padmadinata (Deputi Jasa Ilmiah LIPI), serta Prof. Dr. Bambang Subiyanto (Kepala Pusat Inovasi LIPI). Tak hanya itu, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor dan beberapa Kepala Satuan Kerja di lingkungan LIPI juga hadir dalam peresmian tersebut.

Prof. Dr. Lukman Hakim mengatakan bahwa keberadaan Gedung Inovasi LIPI sebagai inkubator teknologi akan mengupayakan hasil-hasil penelitian bisa menjadi pemimpin (leading) di pasar. Melalui program dan fasilitas inkubator teknologi tersebut, pendampingan usaha baru berbasis teknologi atau Usaha Kecil Menengah (UKM) inovatif dengan prospek pertumbuhan tinggi akan dilakukan, ungkapnya.

Ia mengharapkan, keberadaan gedung inovasi tersebut mampu mensinergikan unsur industri, Pemerintah (Pusat maupun Daerah), dan penyedia jasa inovasi teknologi (lembaga Litbang maupun Perguruan Tinggi) untuk meningkatkan daya saing (industri) nasional. Bila sinergi dan interaksi sudah meningkat, maka iklim inovasi bagi industri dan UKM inovatif akan semakin kondusif sehingga mampu berkembang dengan baik, tukasnya.

Dikatakannya, Gedung Inovasi LIPI ini memiliki luas bangunan sekitar 9.900 meter persegi di tanah seluas 6 hektar. Dana pembangunannya sebesar Rp 33 miliar berasal dari APBN dan APBN Perubahan. Kapasitasnya bisa digunakan untuk 20 tenan atau gerai yang bisa diisi pelaku usaha. Biaya sewanya pun sangat terjangkau Rp 240.000 per bulan untuk 24 meter persegi, pungkasnya.



» Arsip
» Diakses : 51 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

LIPI BANGUN GEDUNG INKUBASI 33 MILYAR

LIPI Bangun Gedung Inkubasi 33 Milyar
Rabu, 13 Februari 2013

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meresmikan pembangunan gedung inovasi di kawasan Cibinong Center, Jl.Raya Jakarta-Bogor Km.46 Cibinong, Bogor, Rabu (13/2). Gedung ini difokuskan sebagai inkubasi teknologi dalam memfasilitasi komersialisasi hasil-hasil penelitian dan juga akuisisi maupun daya saing dari industri nasional melalui skema alih teknologi.

"Pembangunan ini memakan waktu kurang lebih setahun dengan dana sebesar Rp. 33 Miliar yang diambil dari APBN dan APBNP," jelas Kepala LIPI, Lukman Hakim kepada wartawan usai peresmian.

Dia mengatakan gedung inovasi dengan dua lantai tersebut juga menyiapkan sebanyak 20 tenant yang diperuntukan bagi para pelaku usaha atau Usaha Kecil Menegah (UKM). LIPI dalam hal ini akan berperan sebagai aktor intelektual bagi UKM-UKM tersebut dalam penyediaan fasilitasi dan bimbingan teksnis.

"Tugas kita tetap sebagai peneliti hanya memberikan bimbingan saja. Atau bisa saja sebaliknya, para UKM yang akan mengadopsi hasil penelitian kita setelah sebelunmnya terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual," tandas Lukman.

Lukman mengakui, untuk saat ini beberapa kementrian serta tiga industri dari Jepang siap menghuni tenant yang disiapkan. Naman Ia menegaskan, prioritas penyediaan tenant tetap bagi UKM.

"Inkubasi juga merupakan tempat pertemuan tiga pemangku kepentingan yaitu pemerintah, akademisi dan para pelaku usaha. Kita juga akan melakukan konsolidasi" ujarnya.

Untuk menghuni tiap tenant pun tidak gratis, para pelaku usaha diwajibkan membayar dengan harga yang terbilang sangat murah. Sedangkan jangka waktu maksimal untuk menghuni mencapai tiga tahun."Kita sewakan salah satu tenan kepada UKM-UKM, dengan harga Rp. 240 ribu/bulan. Karena UKM ini kita anggap seperti bayi yang butuh banyak bimbingan, jangka waktu maksimal untuk ditempati tiga tahun," pungkas Lukman. (WFz)



» Arsip
» Diakses : 23 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

PUSAT INOVASI LIPI DIRESMIKAN

Pusat Inovasi LIPI Diresmikan
Rabu, 13 Februari 2013

[CIBINONG] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akhirnya memiliki gedung inovasi yang berfungsi sebagai tempat inkubasi teknologi. Melalui inkubator ini diharapkan lahir berbagai usaha dan perusahaan berbasis teknologi.

Misi utama inkubasi teknologi adalah memfasilitasi komersialisasi hasil-hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi unggul.

Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan inovasi adalah proses bagaimana membawa hasil-hasil penelitian dan pengembangan menjadi barang yang siap dikonsumsi berupa benda atau produk. Inkubator ini akan menggiring hasil-hasil penelitian bisa pemimpin (leading) di pasar.

"Hambatan-hambatan dalam inkubasi akan diatasi dengan adanya bantuan para peneliti LIPI kepada para tenant dengan memperoleh subsidi berupa intelektual assitant," katanya di sela peresmian gedung inovasi LIPI di kawasan Cibinong Science Centre, Cibinong, Rabu (13/2).

Lukman menyadari, saat ini masih terjadi gap atau ketidaksepahaman antara hasil litbang dengan industri. Dalam inkubator LIPI ini usaha kecil menengah dan hasil riset akan didampingi sekitar 1-5 tahun sehingga siap menjadi industri yang matang dan telah mengantongi hak paten.

Bangunan seluas 9.900 meter persegi di tanah seluas 6 hektar ini dibangun dengan dana Rp 33 miliar APBN dan APBN Perubahan ini memiliki 20 tenan atau gerai yang bisa diisi pelaku usaha. Biaya sewanya pun sangat terjangkau Rp 240.000 per bulan untuk 24 meter persegi.

Saat ini baru sejumlah hasil riset LIPI yang akan mengisi pusat inovasi yang rencana mulai beroperasi Maret 2013. [R-15]



» Arsip
» Diakses : 32 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

KPU GANDENG BPPT UNTUK CIPTAKAN SISTEM INFORMASI PEMILU YANG HANDAL

Sebagai upaya untuk meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), terutama terkait dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka menunjang pelaksanaan pemilu di Indonesia, BPPT bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum. Kerjasma tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pemanfaatan Iptek serta Pengembangan SDM dalam Menunjang Sistem Pemilihan Umum antara Kepala BPPT dan Ketua KPU di Kantor KPU, Jakarta (23/1).

Terkait dengan penggunaan TIK dalam pemilu, Kepala BPPT, Marzan A Iskandar menjelaskan bahwa BPPT telah mendukung KPU dalam dua kali penyelenggaraan pemilu nasional yang lalu yaitu tahun 2004 dan 2009, dengan memberikan dukungan teknis terkait penggunaan TIK di KPU. Disamping itu sejak tahun 2010 lalu, BPPT dalam hal ini melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) telah melakukan kajian teknis, sosialiasi serta memberikan rekomendasi teknis terkait penyelenggaraan pemilu secara elektronik di Indonesia sebagai respon atas putusan MK tentang dibolehkannya e-voting dalam Pemilukada sesuai kesiapan daerah masing-masing.

“BPPT juga tidak hanya melakukan kajian teknis di bidang pemungutan suara elektronik saja. Namun juga memberikan rekomendasi terkait dukungan TIK dalam seluruh tahapan sistem kepemiluan yang terintegrasi. Hal tersebut dalam rangka meningkatkan manajemen kepemiluan yang berkualitas dan inovatif bagi lembaga penyelenggara pemilu,” jelas Marzan.

Berkaitan dengan hal tersebut juga direncanakan pada 6 Februari 2012 mendatang BPPT akan membahas masalah legalitas penyelenggaraan sistem informasi yang akan dibahas dalam suatu Focus Group Discussion (FGD) yang khusus membicarakan tentang penyelenggaraan sistem informasi pemilu. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi forum yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya kita mempersiapkan sistem informasi kepemiluan yang handal,” ungkapnya.

Mengamini pernyataan Kepala BPPT, Ketua KPU, Husni Kamil Manik mengatakan bahwa akurasi data dalam berbagai hal merupaan kata kunci untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas. Akurasi data akan mewujudkan kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu. Dan tentunya akurasi data hanya dapat tercapai dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna.

Namun demikian, teknologi yang canggih tidak akan membawa manfaat jika tidak ditopang oleh SDM yang handal. “Karena itu untuk penguatan kapasitas SDM yang akan menggunakan dan mengendalikan teknologi sangat dibutuhkan. Kerjasama dengan BPPT ini diperlukan untuk memastikan SDM di KPU mampu menghendalikan, mengelola dan mengevaluasi secara mandiri teknologi yang digunakan dalam sistem kepemiluan,” terangnya.

Husni berharap sebagai lembaga negara yang fokus terhadap pengembangan teknologi di Indonesia, BPPT dapat menjadi leading sector untuk pengembangan teknologi  yang akan digunakan pada setiap tahapan pemilu, terutama pemilu 2014 mendatang. “Kerjasama kali ini merupakan upaya memperkuat kerjasama yang telah dilakukan sejak 2004 lalu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas teknologi yang akan digunakan sehingga keinginan kita untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraaan pemilu 2014 dengan lebih baik dan sukses dapat tercapai,” tegasnya.

Saat ini, menurut Marzan, PTIK BPPT telah melakukan internal review sistem informasi pendaftaran pemilih (sidalih). Internal review dilakukan untuk memeriksa kesiapan sistem agar dapat berfungsi dalam pengolahan yang diikuti konsolidasi, sinkronisasi dan pemeriksaan data DPT dan DP4. Serta dapat digunakannya sidalih untuk data dari KPU ke KPU kabupaten kota, dan sebaliknya yang pada akhirnya dapat digunakan untuk publikasi daftar pemilih. Kegiatan ini akan terus dilakukan terhadap sistem informasi lainnya yang akan digunakan dalam seluruh tahapan pemilu 2014.

“Kami (BPPT-red) siap mendukung kesiapan sistem informasi pemilu agar bisa menjadi sistem yang handal, reliable dan tentu saja pada akhirnya akan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pemilu luber dan jurdil.  Kami siap untuk mendukung kesiapan sistem informasi pemilu mulai dari proses awal hingga nanti selesai. Pengembangan sistem selanjutnya yang akan dilakukan diharapkan bisa sesuai dengan standar pemilu yang sudah diadopsi secara nasional maupu internasional,” tutup Marzan. (SRA/humas)



View the Original article

PREDIKSI CURAH HUJAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA, AKHIR JANUARI 2013

Setelah kejadian banjir Jakarta tanggal 17 Januari, marak pemberitaan yang mengatakan bahwa pada tanggal 27 Januari 2013 nanti Jakarta akan tenggelam. Asumsinya adalah semakin tingginya curah hujan yang berbarengan dengan tingginya muka air laut akibat pasang surut yang tinggi pada tanggal tersebut. Diprediksi banjir besar akan terjadi melebihi banjir 2007. Benarkah akan seperti itu?

“Asumsi tingginya air laut karena pasang surut memang benar. Posisi bulan terhadap bumi pada tanggal 27 Januari mengakibatkan naiknya pasang surut sehingga tinggi air laut akan naik.  Namun asumsi bahwa curah hujan akan semakin tinggi masih diperdebatkan. Memang benar bahwa puncak musim hujan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya adalah bulan Januari sampai Februari, terutama pertengahan Januari sampai pertengahan Februari,” ungkap Peneliti Meteorologi Tropis BPPT, Tri Handoko Seto (25/1).

Namun demikian, menurut Seto tidak serta merta hujan akan terus meningkat dari hari ke hari sejak kejadian banjir tanggal 17 Januari, sehingga pada tanggal 27 Januari Jakarta akan tenggelam akibat curah hujan tinggi dan air tidak bisa mengalir ke laut karena pasang surutnya juga tinggi.

“Dengan melihat hasil prediksi hujan terlampir maka memang benar bahwa menjelang akhir Januari akan terjadi peningkatan curah hujan di Jabodetabek. Namun jika membandingkan prediksi dari model yang sama yang memprediksi hujan tanggal 15-18 Januari lalu maka curah hujan tanggal 27 diprediksi masih lebih rendah. Sifat hujan juga diperkirakan akan berbeda,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas maka potensi banjir di Jakarta masih akan besar. “Namun demikian rasanya berlebihan jika dikatakan bahwa Jakarta akan tenggelam pada tanggal 27 Januari. Curah hujan setelah itu masih akan tinggi. Gubernur Jakarta sudah banyak melakukan upaya untuk mengantisipasi banjir periode kedua yang mungkin terjadi, salah satunya dengan akan menerapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC),” tegas Seto.  (THS/upthb/humas)


Newer news items:

Older news items:




View the Original article

MODIFIKASI CUACA UNTUK REDISTRIBUSI CURAH HUJAN DKI JAKARTA

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilaksanakan dengan menyemai awan yang berpotensi hujan dengan bubuk garam (NaCl). Diharapkan metode ini menjadi solusi teknologi yang dapat menghambat pertumbuhan awan, sehingga intensitas curah hujan dapat dikurangi. Sehingga awan ini akan turun hujan sebelum memasuki wilayah DKI Jakarta. "Redistribusi curah hujan ini adalah upaya manusia mengintervensi terhadap proses yang terjadi dalam sel awan atau lingkungannya di sekitar wilayah Jakarta yang berpotensi banjir.  Atau awan yang terbawa angin dan turun hujan di Jakarta mengandung curah hujan yang sedikit. Diperkirakan dengan penyemaian awan, curah hujan dapat berkurang hingga 30 persen.," ungkap Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar saat pembukaan pelaksanaan operasi TMC di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (26/1).

Kepala BPPT juga mengatakan bahwa musim hujan diperkirakan akan berlangsung mulai pertengahan Januari sampai pertengahan Februari. Oleh karenanya, TMC akan terus berusaha untuk menjadi salah satu upaya guna meminimalisir tingginya curah hujan yang bisa menyebabkan banjir. “TMC ini merupakan hal yang lazim dilakukan di negara-negara lain dan bukan hal baru. Sebelumnya, teknologi ini juga pernah sukses dilakukan dalam mengurangi curah hujan di Stadion Jakabaring saat pelaksanaan Sea Games 2011 di Palembang,” imbuhnya.

Laksamana I Widodo yang mewakili Panglima TNI AL mengatakan siap mendukung kegiatan ini sepenuhnya. “Empat pesawat disiapkan dalam operasi ini, yakni satu Hercules, satu pesawat jenis Cassa milik TNI AL, satu Cassa milik TNI AD dan satu Cassa milik BPPT. Selain itu 7.000 personel TNI yang terdiri dari tiga angkatan juga disiagakan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif menyatakan bahwa pihaknya juga merencanakan operasi ini berjalan selama dua bulan hingga Maret 2013. Syamsul juga mengatakan kepada media untuk mengapresiasi pelaksanaan TMC ini. “Resikonya sangat besar, kita masuk ke dalam awan dan akan mengalami guncangan yang hebat. Oleh karena itu, peran teknologi ini, yang juga karya anak bangsa, harus kita hargai semangat mereka yang rela berkorban,” ujarnya.

Pelaksanaan TMC

Seperti diketahui bahwa tanggal 27 Januari kemarin diperkirakan akan muncul pasang surut air laut dan curah hujan tinggi sehingga berpotensi banjir di Jakarta. Untuk mengurangi risiko itu, maka BPPT bekerja sama dengan BNPB melaksanakan operasi TMC untuk mengurangi curah hujan di wilayah DKI Jakarta. Terdapat dua metode yang akan digunakan, yakni yang pertama mempercepat proses hujan bagi awan-awan yang akan masuk ke Jakarta. Sehingga, ketika curah hujan yang dibawa awan mendung tersebut sudah berkurang ketika sampai di atas area Jabodetabek.

Ditemui sesaat sebelum penerbangan pertama, Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, F Heru Widodo menjelaskan bahwa para kru sudah siap melaksanakan modifikasi cuaca. Ia menjelaskan dari prediksi pergerakan awan, pada 26-28 Januari mendatang akan terjadi hujan tetapi intensitasnya tidak sebesar hujan yang terjadi pada 17-19 Januari lalu. " Untuk mencegah terjadinya hujan besar ini, kami sudah bersiap-siap untuk melakukan operasi TMC ini selama dua bulan," imbuhnya.

Ia kemudian menjelaskan metode modifikasi untuk mencegah terjadinya hujan besar di daratan DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, jenis awan Cumulus yang berbentuk seperti bunga kol merupakan awan yang berpotensi hujan. Metode yang dipakai BPPT adalah metode kompetisi. Para perekayasa akan mencari calon-calon awan di sekitar barat daya, barat laut, dan sebelah barat Pulau Jawa, atau di wilayah Selat Sunda dan Anyer.

Mereka akan menyemai bahan ke dalam awan. Bahan yang berbagai aneka garam dengan ukuran 2-5 mikron ini ditanam di awan dengan bantuan pesawat terbang. Selain memakai pesawat terbang, juga bisa menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG). Menurut Heru, akan ada lima GBG yang ditempatkan di sekitar Gunung Gede dan 25 titik di wilayah DKI Jakarta. Penggunaan GBG ini untuk memodifikasi awan agar terpecah. Ditambah dengan lima pos meteorologi yang melaporkan kondisi cuaca terkini.

Metode lainnya yang dilakukan BPPT berupa metode penyemaian awan dengan teknologi flare perak iodida yang berbentuk tabung. Mirip roket, tabung yang dipasang di sayap pesawat siap ditembakkan ke awan. Dengan terpecahnya awan-awan Cumulus, seluruh awan akan berkompetisi. Semakin banyak kompetisi, akan banyak awan yang menjadi impoten atau mandul karena tidak bisa menghasilkan air sama sekali. Awan-awan yang akan berpotensi jadi hujan terus diawasi hingga pergerakan di ketinggian sekitar 9.000-10.000 kaki. "Dari ketinggian itu, sudah bisa hujan, dengan intensitas lebih rendah karena sudah dipecah," ujarnya. (SRRA/humas BPPT)


Newer news items:

Older news items:




View the Original article

BPPT TERIMA 63 CPNS BARU

Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, mandiri dan berdaya saing di masa mendatang, penguasaan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (Iptek) merupakan kunci utama. Terlebih lagi di masa yang akan datang terutama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ketiga yang akan dimulai pada 2015-2019 mendatang, sudah mulai menekankan kembali perlunya pemanfaatan Iptek dalam rangka menciptakan ekonomi yang berdaya saing berbasis pada Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.



Demikian antara lain dikatakan Sekretaris Utama BPPT, Jumain Appe pada acara Penerimaan dan Penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BPPT 2012 ke Unit Kerja, di Gedung Manajemen Puspiptek Serpong (28/1). Melihat tema RPJMN ke-III tersebut, menurut Jumain jika pemerintah bertekad untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki perekenomian berdaya saing tinggi berbasis SDA, maka BPPT akan mendapat peran yang cukup besar dalam mendukung ekonomi berdaya saing tersebut dengan penguatan dan pemanfaatan Iptek yang didukung oleh SDM yang berkualitas.

“Inilah tugas berat bagi pegawai BPPT termasuk CPNS 2012 ke depan untuk memaksimalkan peran BPPT dalam memajukan ekonomi yang berdaya saing tinggi. Oleh karena itu misi dan visi BPPT sudah sejalan dengan upaya tersebut. Visi BPPT adalah menjadi pusat unggulan teknologi yang mengutamakan kemitraan dan memanfaatkan seluruh kegiatan perekayasaan dalam rangka peningkatan kemampuan nasional. Sementara itu sebagai perekayasa, kita mempunyai misi mewujudkan perekayasa dalam rangka mendukung daya saing industri dan mewujudkan kemandirian bangsa serta dalam rangka melayani instansi publik,” terangnya.

Jumain menekankan dalam bekerja di BPPT sebagai suatu institusi perekayasaan, ciri pekerjaannya adalah teamwork. Pekerjaan didesain untuk dilakuan secara bersama-sama atau teamwork. Pegawai dituntut untuk kreatif, inovatif dan profesional serta melakukan kegiatan yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Lima value BPPT yaitu creativity, innovation, professional, teamwork dan akuntabel. Ini yang harus kita anut selama bekerja di BPPT. Nilai-nilai ini yang harus ditanamkan di dalam diri kita masing-masing,” tegas Setama.

Berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, saat ini pemerintah memiliki program Reformasi Birokrasi (RB) untuk menciptakan good governance di instansi pemerintahan. Ada tiga tujuan RB yang ingin dicapai, pertama sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat (pelayanan prima), yang kedua perbaikan kinerja PNS, dan ketiga menghilangkan adanya penyimpangan-penuyimpangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi PNS.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDM&O) BPPT, Sulaiman Kurdi menjelaskan bahwa keputusan hasil penerimaan masuk CPNS 2012 ditetapkan oleh Kemenpan dan RB.  “Dari hasil tes yang dilakukan oleh Kemenpan dan RB, pelamar yang memenuhi passing grade yang ditentukan berjumlah 170 orang. Kemudian selanjutnya hanya 55 orang yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk mengisi formasi pegai sesuai dengan bidang ilmu yang dibutukan oleh BPPT,” urainya.

Secara keseluruhan, jumlah CPNS BPPT tahun 2012 terdiri dari 55 orang CPNS lamaran umum dan 8 orang honorer. Kesemuanya akan ditempatkan di 22 unit kerja BPPT yang tersebuar di Jakarta, Serpong, Jogjakarta dan Surabaya.

63 CPNS tersebut telah siap menjalani program pekan orientasi CPNS selama 6 hari kerja yang akan dimulai pada 1-8 Februari 2012 mendatang, dan akan segera ditempatkan di unit kerja dan TMT nya 1 Februari 2012. Khusus untuk program pekan orientasi CPNS akan dilaksanakan di berbagai lokasi antara lain Puspiptek Serpong, BPPT Thamrin dan Bumi Perkemahan CIbubur.

“Bekerjalah dengan ikhlas, integritas dan loyal baik kepada BPPT maupun bangsa Indonesia. Mudah-mudahan kita bisa sama-sama menciptakan Indonesia menjadi negara yang maju. Kita memiliki potensi  yang besar untuk bisa dikembangkan secara bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, mandiri dan berdaya saing,” tutup Jumain. (SRA/humas)


Newer news items:

Older news items:




View the Original article