Sunday, June 1, 2014

FAA izinkan penerbangan ruang angkasa Virgin Atlantic

Jakarta (ANTARA News) - Virgin Atlantic dan Spaceport America baru saja mendapat izin dari Federal Aviation Administration (FAA) tentang penerbangan ruang angkasa memakai wahana fituristiknya dari satu pangkalan udara di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat (AS.

Virgin Atlantic, yang dimiliki pengusaha Richard Branson, Kamis lalu (29/5) menyatakan bahwa persetujuan dari FAA itu akan menentukan parameter tentang bagaimana misi ruang angkasa bisa dipadukan secara integratif dengan Sistem Ruang Angkasa AS.

Secara teknis, restu dari FAA itu akan mengatur Pusat Kendali Ruang Udara dan Jalur Penerbangan FAA di Albuquerque dan Otoritas Penerbangan New Maxico bekerja sama dengan Virgin Atlantic untuk lebih meningkatkan keselamatan penerbangan ruang angkasa memakai wahana SpaceShip Two itu.

CEO Virgin Atlantic, George Whitesides, dalam situs maskapai penerbangan itu menyatakan bahwa restu FAA itu juga akan membawa perusahaanya lebih dekat lagi medengan cita-cita mereka menerbangkan wisatawan ruang angkasa.

Walau begitu, saat pasti penerbangan memakai SpaceShip Two dari pangkalan udara di New Mexico itu belum diumumkannya kepada publik.

Dia cuma menyatakan, diharapkan penerbangan perdana SpaceShip Two menuju ruang angkasa dari pangkalan udara itu bisa dilaksanakan pada akhir 2014. (*)



View the Original article

Koper bermesin mudahkan perjalanan Anda

Jakarta (ANTARA News) - Jika Anda bepergian jauh dan harus pindah-pindah pesawat terbang dengan koper besar di bandara-bandara besar dunia, maka akan cukup merepotkan dan melelahkan karena jarak antar terminalnya yang bisa sangat berjauhan saat ditempuh berjalan kaki.

Kini hal itu bisa ditepis karena seorang petani di Provinsi Hunan, China, bernama He Liang, menawarkan konsep "transportasi dengan bagasi" temuannya, berupa koper bermesin kecil dengan tiga roda di dalam koper itu. Dua roda di bagian belakang dengan as penggerak dan satu roda di depan sebagai roda kemudi.

Bentuk kopernya biasa saja, tetap empat persegi panjang dengan ukuran wajar bagi keperluan sekitar satu pekan bepergian. Yang berbeda dari sisi tampilan luar adalah roda-roda kecil di bagian bawah alias alas koper khusus itu.

Lantaran aksi temuannya itu, He Liang sontak meraih perhatian banyak media massa internasiona layaknya Reuters, the Guardian dan BBC Inggris, Toronto News, China Topix, serta Getty Images. Laman YouTube pun menayangkan

Cukup duduk di atas koper, pegang setirnya, dan mainkan tuas tenaganya, maka koper bermotor listrik itu akan mampu membawa anda hingga kecepatan 20 kilometer perjam sejauh 60 kilometer tanpa perlu diisi ulang lagi baterai lithium ion-nya.

Koper itu, menurut He Liang, mampu membawa dua orang dewasa bersamaan duduk di atasnya sambil melaju.

He memikirkan dan merancang koper khususnya itu sejak 10 tahun lalu. Dia terinspirasi taksi di perkotaan sehingga koper khusus yang belum diberinya nama akan memadukan berkendara dengan sekaligus membawa jinjingan yang cukup besar.

Laiknya koper biasa, koper yang dia buat itu tetap mampu membawa barang-barang bawaan Anda walau berat kosongnya bisa mencapai tujuh kilogram. Umumnya penerbangan di Amerika Serikat saat ini, bagasi cuma-cuma bagi penerbangan internasional adalah 25 kilogram secara total.

Akan tetapi, kegunaan koper itu bukan cuma di dalam lingkungan bandar udara saja, melainkan bisa juga dipakai di lingkungan yang lain.

Bahkan, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa He sudah menyiapkan kopernya dilengkapi keping pemantau yang dapat diakses menggunakan alat pemindai posisi global (GPS). Dengan kata lain, sang pemilik dapat segera mengetahui di mana "koper ajaib"-nya berada menggunakan GPS.

He Liang berharap, koper khususnya itu bisa segera menggelinding secara massal segera. Kalau sudah begitu, tinggal masalah regulasi transportasi darat setempat yang akan dhadapinya. (*)



View the Original article

Friday, May 30, 2014

Industri sel surya Indonesia belum berkembang

Jakarta (ANTARA News) - Masih belum adanya pasar yang dianggap menguntungkan membuat industri yang memproduksi sel surya di Indonesia tidak terbentuk, kata Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Alihudin Sitompul.

"Mata rantai industri berkembang sangat dipengaruhi pasar. Kapan mereka mengolah bahan mentah ke barang jadi sangat bergantung pada pasar," kata Alihudin Sitompul di Jakarta, Jumat.

Kementerian ESDM, ia mengatakan mulai mendorong produsen panel surya untuk memproduksi sendiri sel surya. Salah satunya dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN dari PLTS Fotovoltaik.

Pembelian tenaga listrik dalam Permen 17 tersebut menggunakan harga patokan tertinggi sebesar 25 cent dolar AS per kWh. Namun jika Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan tingkat komponen dalam negeri sekurang-kurangnya 40 persen diberikan insentif dan ditetapkan dengan harga patokan tertinggi mencapai 30 cent dolar AS per kWh.

"Karena ini kepentingan kita juga di mana pemerintah harus menurunkan emisi karbon 26 persen di 2020. PLTS menjadi salah satu cara dengan menggunakan energi baru terbarukan," ujar dia.

Jika pasar telah terbuka, menurut dia, pihaknya akan terus mendorong agar pabrikan panel surya masuk ke level produksi sel surya yang sekarang masih mereka impor.

Presiden Direktur PT Jembo Energindo Henky Nugroho mengatakan dengan memproduksi sendiri sel surya sebenarnya akan menghemat biaya produksi panel surya hingga 20 persen.

Namun demikian, dengan masih sepinya pasar sel surya atau panel surya di tanah air maka pabrikasi di dalam negeri tentu belum menjanjikan.

"Di Indonesia konsumsi tenaga listrik dari surya baru hitungan mega watt, kalah dengan Thailand yang sudah giga watt. Masalah lain ya soal insentif yang membuat produk sel surya atau panel surya kalah bersaing dengan produk luar," ujar dia.



View the Original article

PEMERINTAH KURANG PERHATIKAN KEBIJAKAN MIKRO

Pemerintah Kurang Perhatikan Kebijakan Mikro
Jumat, 30 Mei 2014

GEJALA DEINDUSTRIALISASI MELANDA, IMPOR KIAN MERAJALELA

Jakarta Pengamat ekonomi dari LIPI Latif Adam menilai bahwa pemerintah kurang memperhatikan kebijakan-kebijakan ekonomi di sektor mikro. Padahal, kebijakan mikro cukup penting ketimbang makro ekonomi. Salah satu indikatornya adalah deindustrialiasasi, pasalnya Indonesia telah masuk dalam gejala deindustrialiasasi yang disebabkan desain kebijakan ekonomi pemerintah yang pro sektor makro.

Lihat saja, semua barang yang kita pakai buatan Tiongkok. Pengusaha beralih ke bisnis sumber daya alam, yakni perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara, ungkap Latif saat dihubungi Neraca, Selasa (27/5).

Dia menjelaskan salah satu indikator deindustrialisasi adalah mulai menurunnya produksi barang dibarengi dengan berkurangnya ekspor. Gejala makin jelas saat terjadi penurunan peran sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi. Hal itu berdampak juga pada berkurangnya tenaga kerja di sektor industri. Ini harus segera diantisipasi pemerintah, tegas dia.

Latif menambahkan kebijakan pemerintah yang cenderung mengabaikan sektor mikro akhirnya menyebabkan pengusaha kekurangan pasokan bahan baku sehingga produksi terhambat ditambah dengan mahalnya biaya logistik. Bahkan, pada industri otomotif yang memiliki ceruk pasar besar, Indonesia tidak memiliki industri komponen pendukungnya sehingga sekitar 90 persen masih impor.

Menurut dia, kondisi industri dengan pangsa pasar kecil bisa dipastikan lebih parah. Karena,sa mbung dia, kondisi dalam negeri yang kurang menguntukan itu berbarengan dengan menguatnya industri manufaktur Tiongkok, terutama ditandai dengan harga produk murah, sehingga produk Negeri Tirai Bambu itu membanjiri Indonesia. Padahal selama ini, sektor industri paling potensial dalam menyerap tenaga kerja. Dengan demikian, penurunan kinerja industri mengurangi penciptaan lapangan kerja, papar Latif.

Secara terpisah, pemerhati industri dan perdagangan Fauzi Aziz mengatakan, kebijakan di tingkat mikro seringkali justru merongrong dan menggerogoti terhadap kebijakan makro di bidang moneter dan fiskal karena struktur di sektor mikronya rapuh yang ditandai sangat boros dalam menggunakan devisa untuk impor bahan pangan, BBM, dan kebutuhan bahan baku/penolong, komponen/suku cadang dan barang modal.

Ancaman laten defisit akan selalu bersumber dari lemahnya secara fundamental dari kedua sektor tersebut yang dewasa ini adalah pemboros devisa selain yang berasal dari impor BBM. Defisit akan bisa diatasi jika pemerintah bersama DPR dapat mengembangkan kebijakan mikro yang berkualitas untuk mendorong industrilisasi sektor pertanian, mengakselerasi pembangunan sektor industri pengolahan non migas, pembangunan infrastruktur dengan kualitas yang baik dan saling terkoneksi dengan efisien antar wilayah, dan antar pusat produksi dan pusat distribusi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, ujar Fauzi melalui surat elektronik.

Menurut dia, kebutuhan penduduk hampir 250 juta jiwa di Indonesia harus semaksimal mungkin dipenuhi dari produksi nasional baik yang bersumber sektor pertanian maupun dari sektor industri pengolahan. Sangat berisiko kalau kebutuhan sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia harus dipenuhi dari impor dalam skala yang besar, tambahnya.

Dengan mengandalkan impor, sektor pangan domestik semakin rapuh. Harga-harga kebutuhan pokok acapkali tidak stabil dan karena itu merugikan konsumen. Sebutlah misalnya, harga daging, yang karena masih ketergantungan pada impor, semakin tidak terjangkau. Mahalnya harga daging ini pula diakui oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Menurut dia, harga beberapa komoditas pangan memang cenderung naik menjelang bulan puasa, termasuk harga daging.



» Arsip
» Diakses : 35 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

Thursday, May 29, 2014

Bendungan Bernoulli bisa hentikan lumpur Lapindo?

Sidoarjo (ANTARA News) - Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Djaja Laksana optimistis bahwa teori bendungan Bernoulli bisa digunakan untuk menghentikan semburan lumpur panas dari proyek PT Lapindo Brantas Inc. di Sidoarjo yang berlangsung selama delapan tahun ini.

"Saat ini masih belum telat mengaplikasikan teori Bernoulli untuk menghentikan semburan lumpur Lapindo ini," katanya di areal semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis.

Ilmuwan fisika dan matematika berkewarganegaraan Belanda dan Swiss Daniel Bernoulli pada 1738 mengungkapkan teori bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam suatu
aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada
jalur aliran yang sama.

Djaja Laksana dalam kaitan semburan lumpur dari proyek PT Lapindo Brantas Inc. mengemukakan, saat ini secara prinsip semburan tersebut sudah ditangani dengan menggunakan prinsip bendungan Bernoulli.

"Pembangunan tanggul yang diterapkan oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) ini sebenarnya sudah mengakomodir prinsip teori bendungan Bernoulli," katanya.

Namun demikian, ia menyatakan, bendungan tersebut masih belum bisa menghentikan semburan lumpur Lapindo dari dalam perut bumi mengingat ketinggian tanggul masih berkisar belasan meter.

"Sesuai teori tersebut, lumpur baru bisa berhenti jika ketinggian tanggul tersebut sekitar 30 meter. Tetapi, untuk mewujudkan pembangunan tanggul setinggi itu tidak bisa dikerjakan dengan mudah," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pembangunan bendungan tersebut bisa dilakukan dengan cara memutar sehingga hasilnya bisa lebih maksimal untuk menghentikan semburan lumpur ini.

"Selain dibuat dengan cara memutar, pemasangan tiang pancang di dekat pusat semburan juga bisa dilakukan. Kemudian semburan lumpur yang berasal dari dalam akan dikembalikan lagi sehingga semburan akan berhenti dengan sendirinya," katanya.

Ia mengatakan, untuk mengaplikasikan teori Bernoulli tersebut diperlukan waktu sekira enam bulan untuk menjamin semburan lumpur benar-benar akan berhenti untuk selamanya.

"Namun, kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka ancaman penurunan tanah secara drastis kemungkinan bisa terjadi. Seperti yang terjadi di luar negeri, terjadi penurunan tanah secara ekstrem sedalam 130 meter," katanya menambahkan.

Semburan lumpur dari proyek PT Lapindo Brantas Inc. tercatat pertama kali terjadi pada 29 Februari 2006 di Dusun Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Bencana ini meluas ke Kecamatan Porong, Jabon, dan Tanggulangin dengan
total lebih dari 10.000 unit rumah warga dan lebih dari 70 rumah ibadah terendam lumpur yang mencakup lebih dari 600 hektare.(*)



View the Original article

Tuesday, May 27, 2014

Mahasiswa PENS ciptakan "e-vote" berbasis android

Surabaya (ANTARA News) - Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMA TI) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menciptakan sistem pemilihan "e-vote" dengan memanfaatkan perangkat mobile berbasis android.

"Jika KPU tahun ini telah mewacanakan e-vote melalui e-KTP pada pelaksanaan Pemilu 2014, maka kami telah memakai konsep itu sejak tahun lalu untuk memilih ketua dan wakil HIMA TI," kata mahasiswa Prodi TI PENS, Raizal Islami Nursyah Pregnanta, di Surabaya, Senin.

Bedanya, jika pada pemilihan tahun lalu digunakan konsep "just click", maka sebuah inovasi baru digunakan dalam pemilihan tahun ini yakni "just touch" dengan memanfaatkan perangkat mobile berbasis Android.

"Meski terkesan rumit, pembuatannya hanya memakan waktu selama satu setengah bulan dengan biaya minim karena hanya pengembangan," katanya.

Secara teknis, sistem dan alur pemilihan memiliki kesamaan. Ia mengaku hanya melakukan perbaikan pada beberapa kekurangan sistem sebelumnya.

"Untuk teknis Daftar Pemiliih Tetap (DPT), saya menggunakan sistem verifikasi ganda. Saya menggunakan database dari himpunan, kemudian dicocokkan dengan database dari pihak PENS agar kesalahan nama, NRP, dan sebagainya dapat diminimalkan, sehingga valid," katanya.

Pada program e-vote digunakan tiga status pemilih, yakni belum memilih (pemilih yang belum melakukan registrasi dan untuk diberi hak suaranya oleh panitia sehingga diizinkan memilih), sudah memilih (pemilih yang telah memberikan hak pilih), dan batal memilih (pemilih melewati batas waktu pemilihan yang diberikan pada program bilik dan dapat mengulangi untuk tiga kali memilih).

Untuk sistem pemilihan sendiri terdiri dari tiga program utama, yakni registrasi awal, program bilik, dan registrasi akhir.

"Pada tahap registrasi awal, program ditujukan untuk mengaktifkan status dari pemilih yang awalnya berstatus belum memilih menjadi diizinkan memilih. Tahap berikutnya, pemilih menuju bilik guna menyalurkan hak pilih terhadap kandidat," katanya.

Di bilik itu, pemilih diberi waktu selama 3 menit untuk menentukan pilihannya sebelum melakukan registrasi akhir sebagai tanda bahwa pemilih telah memberikan hak pilihnya.

"Untuk meminimalkan kebingungan pemilih maupun terbatasnya waktu memilih (3 menit/pemilih), panitia telah memberikan kesempatan kepada seluruh warga yang akan memilih untuk menjajal program melalui simulasi yang dapat dilakukan secara online pada link berikut, http://demokpu.hol.es/kpu2/," katanya.

Berbeda dengan simulasi, saat memilih bukan sembarang "username" dan "password" yang dimasukkan oleh pemilih.

"Pemilih yang merupakan mahasiswa PENS akan memasukan username email student dan password mereka masing-masing. Misalkan saja mahasiswa@eepis-its.edu dengan password 123xxx," katanya.

Ia menambahkan penggunaan "username" dan "password" itu juga merupakan bagian dari pengembangan program terdahulu, yakni pemilih harus teregistrasi pada panitia secara manual menggunakan PC terpisah, selain dari teknis pengiriman data ke server utama.

"Sebagai tambahan, untuk mendukung aplikasi sistem dan keseluruhan program, kami menggunakan jaringan lokal dimana tingkat keamanan data dapat dipantau, sedangkan untuk koneksi kami menggunakan Wi-Fi independen yang mana Wi-Fi tersebut dapat diakses oleh perangkat dan server yang telah ditunjuk," katanya.

Inovasi baru itu mendapat acungan jempol dari beberapa mahasiswa prodi lain.

"Modern dan Inovatif, apalagi jika bisa diimplementasikan dalam masyarakat luas atau setidaknya di lingkungan PENS secara keseluruhan, baik itu pemilihan PresBEM atau pilihan lainnya yang sejenis," ujar mahasiswa Teknik Mekatronika, Hanif Nurdin Fitroni.

(E011)



View the Original article

Arkeolog teliti kerangka manusia di Goa Harimau

Baturaja (ANTARA News) - Tim Arkeologi Nasional Jakarta dipimpin Prof Trauman Simanjuntak akan melakukan penelitian dan tes DNA kerangka manusia berusia ribuan tahun yang ditemukan di Goa Harimau, Desa Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Wuryantari saat dikonfirmasi di sela-sela penelitian di Goa Harimau Baturaja, Senin mengatakan bahwa tes DNA yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi status keterkaitan kerangka manusia ditemukan dengan kehidupan masyarakat modern saat ini.

"Kami ingin mengungkap apakah kerangka manusia itu masih mempunyai hubungan kekerabatan secara ginetik dekat dengan suku masyarakat asli Ogan Komering Ulu (OKU)," katanya.

Dijelaskannya, tes DNA yang dilakukan tersebut antara lain dengan meneliti tulang kaki pada kerangka dan mengambil sempel gigi.

"Tulang sebenarnya bagus untuk diambil sampelnya, namun kondisinya harus kompak dalam artian lapisan tulang tebal tidak rapuh dan yang paling bagus adalah gigi," ungkapnya.

Ia mengemukakan, kerangka diteliti hanya empat individu dari 78 kerangka yang telah ditemukan, yaitu tengkorak sektor E11, Individu 54, 48 dan 49 karena merupakan yang paling bagus untuk diuji.

"Nanti akan kita bawa ke Jakarta untuk dianalisis kemungkinan peradabannya," kata Wuryantari.

Menurut dia, penelitian yang dilakukan tersebut sudah menggali tanah di dalam Goa Harimau dengan kedalaman lebih dari empat meter guna mencari kerangka manusia lainnya.

Hasil yang didapat, sementara ini dua kerangka terkubur serta menemukan alat-alat dan sisa pembakaran dilakukan manusia jaman dulu.

"Galian dua meter saja diperkirakan kerangka berusia 14 ribu tahun lalu, kalau kedalaman empat meter diduga kerangka manusia yang hidup 20 ribu tahun silam," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata OKU Aufa Sarkomi menyatakan tes DNA yang dilakukan diharapkan dapat mengetahui kemungkinan hubungan kerangka jaman dulu dan masa modern saat ini.

Ia mengungkapkan, sejauh ini telah menemukan sebanyak 78 kerangka manusia dari dua ras yang berbeda, yakni Ras Austronesia dan Austromelanesid.

Selanjutnya, langkah untuk pengambilan dengan tes gigi dan karbol dalam tanah salah satu cara mempermudah penelitian usia kerangka manusia," katanya.

Sementara itu, Pejabat Bupati OKU H Kuryana Aziz mengaku tidak menyangka penelitian yang dilakukan selama ini hanya kegiatan biasa saja.

"Saya kaget melihat lokasi kerangka yang ditemukan. Ini bukan hanya aset OKU tapi aset Nasional, karena temuan ini sangat berharga," ungkapnya.

Ia berharap, temuan yang didapat membuat Kabupaten OKU semakin dikenal di luar daerah bahkan mancanegara, sebab di tempat itu terdapat penemuan sangat berharga bagi peradaban manusia.***3***

(EP*M033/E001)



View the Original article