Friday, May 9, 2014

Peneliti ingin coba tumbuhkan tanaman di Mars

Jakarta (ANTARA News) - Para peneliti ingin mencoba menumbuhkan bibit tanaman dengan bantuan kendaraan jelajah di Planet Mars pada awal 2021.

Mereka mengusulkan penempatan percobaan pertumbuhan tanaman (Mars Plant Experiment/MPX) pada kendaraan robotik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang akan diluncurkan pertengahan 2020 dan mendarat di Planet Merah awal 2021.

"Untuk melakukannya dalam jangka panjang, dasar yang berkelanjutan di Mars, kau ingin bisa melihat bahwa setidaknya tanaman bisa tumbuh di Mars," kata wakil peneliti utama MPX Heather Smith dari Ames Research Center di
Mountain View, California, dalam konferensi Humans 2 Mars
di Washington bulan lalu.

"Ini akan menjadi langkah pertama bahwa... kita hanya mengirim bibit ke sana dan melihatnya tumbuh," katanya seperti dilansir laman Space.com pada 6 Mei.

Tim MPX yang dipimpin oleh peneliti Ames, Chris McKay, tidak akan mengkondisikan kendaraan robotik ke Mars menjalankan fungsi berkebun, menggali lubang dengan tangan robotik dan menanam bibit di permukaan Mars.

Percobaan itu akan berjalan mandiri, dengan menghapus peluang kehidupan Bumi bisa lepas dan mungkin menapakkan kaki di Mars.

Dalam percobaan itu, NASA akan membawa udara dan sekitar 200 bibit tanaman berbunga kecil dari bumi ke Mars.

MPX akan menggunakan kotak bening yang disebut CubeSat--kotak untuk satelit kecil dan murah--yang akan ditempelkan ke bagian luar kendaraan robotik tahun 2020.

Kotak ini akan menahan udara Bumi dan sekitar 200 bibit Arabidopsis, tanaman berbunga kecil yang biasanya digunakan dalam penelitian ilmiah.

Bibit-bibit itu akan mendapatkan air ketika kendaraan jelajah mendarat di Mars, dan akan dibiarkan tumbuh selama sekitar dua pekan.

"Dalam 15 hari, kami akan punya rumah kaca kecil di Mars," kata Smith.

Ia menambahkan, MPX akan menyediakan pengujian tingkat organisme di lingkungan Mars, menunjukkan bagaimana kehidupan Bumi beradaptasi dengan Planet Merah yang radiasinya relatif tinggi dan gravitasinya rendah.

"Kami akan memulai dari eksperimen sederhana ke rumah kaca di Mars. Itu akan menjadi tujuannya," kata Smith.

"Ini juga akan menjadi organisme multiseluler pertama yang tumbuh, hidup dan mati di planet lain," katanya.

Kendaraan jelajah Mars tahun 2020 kebanyakan berdasar kendaraan Curiosity NASA, yang pada Agustus 2012 mendarat di Mars untuk melihat apakah Planet Merah mampu menunjang kehidupan mikrobial.



View the Original article

Peneliti Jerman kembangkan berternak sapi perah

Berlin (ANTARA News) - Para peneliti dari Badan Federal Jerman untuk Pertanian dan Pangan (BLE) telah berhasil mengembangkan cara untuk mempelajari kesesuaian dalam berternak sapi perah.

BLE mengembangkan tiga metode baru untuk mempelajari kondisi tubuh, waktu istirahat biologis, dan status kesehatan sapi perah.

Para peneliti Jerman mengatakan dengan parameter kesehatan dan kesuburan yang baru mereka temukan, peternak akan dapat meningkatkan kesehatan dan memperpanjang masa hidup ternak sapi mereka.

Tahap pertama, para ilmuwan mengembangkan teknologi kamera 3D OptiCow yang dapat mencatat kondisi tubuh hewan secara otomatis ketika melewati sistem sensor.

Dengan demikian, kondisi tubuh sapi perah bisa diperiksa secara teratur, dimana pemeriksaan stabilitas metabolisme sapi penting untuk dilakukan.

Tahap kedua proyek penelitian tersebut adalah pengembangan tes progesteron susu, dan dengan tes itu peternak dapat mempelajari waktu istirahat biologis sapi, sehingga bisa menentukan waktu yang tepat agar pembuahan berlangsung dengan sukses.

Para ilmuwan juga mengembangkan metode untuk menganalisis haptoglobin, yakni protein yang diproduksi oleh hati, yang dapat memberi
informasi tentang kesehatan hewan ternak.

Jadi, cara itu dapat membantu peternak mengidentifikasi dan mencari sapi-sapi perah yang sakit dalam kawanan hewan ternaknya, demikian dilaporkan laman Xinhuanet.(*)



View the Original article

Tuesday, May 6, 2014

Ahli Jepang teliti perhitungan astronomi tradisional Maluku

Ambon (ANTARA News) - Para peneliti dari Universitas Kagoshima (Kagoshima Daigaku - Kadai) Jepang tertarik untuk meneliti perhitungan astronomi tradisional orang Maluku.

"Para peneliti dari Kadai sangat tertarik sekali dengan metode perhitungan orang Maluku terhadap penentuan waktu melakukan timba laor (panen cacing laut)," kata Pembantu Rektor (Purek) VI Universitas Pattimura Bidang Kerjasama Antarlembaga Bob Mose di Ambon, Selasa.

Bob mengatakan kendati pengetahuan masyarakat nelayan tentang astronomi hanya secara tradisional, tetapi secara sains perhitungan mereka terhadap alam tidak pernah meleset. Metode itu merupakan bagian dalam cabang ilmu baru "Etnoastronomi", yakni ilmu perbintangan yang digabungkan dengan kebudayaan masyarakat.

Oleh karena itu, katanya, dalam kunjungan tim Jepang ke Ambon untuk menyerahkan kontrak kesepakatan kerja sama (Momorandum of Understanding - MoU) antara Kadai dan Unpatti pada 23 Juni 2014, para peneliti dari Kadai juga akan melakukan sampling mengenai etnoastronomi masyarakat Maluku.

"Para peneliti dari Kadai ke sini tidak hanya untuk penyerahan dokumen hubungan kerja sama, tapi juga akan melakukan sampling penelitian, jadi mereka akan berada di Ambon hingga 27 Juni," ucapnya.

Lebih lanjut Bob mengatakan, sedikitnya ada lima orang peneliti di bidang perikanan dan kelautan, kebudayaan, pertanian, kepulauan, dan seorang profesor ahli serangga dari Kadai akan datang ke Ambon pada 23 Juni mendatang, untuk membuat sampling penelitian dan akan dilanjutkan di negara mereka.

"Selain peneliti, kami sudah menyiapkan beberapa dosen dan guru besar untuk mendampingi mereka selama melakukan penelitian di Ambon," ucapnya

Ditambahkannya, hubungan kerja sama antara para peneliti Kadai dan Unpatti telah lama terjalin sejak diundangnya para peneliti dari Negeri Sakura tersebut dalam Konferensi Internasional tentang Pulau-Pulau Kecil di Tual pada 11 Juli - 14 Juli 2013.

"Kerja sama antara Kadai dan Unpatti akan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ucapnya. 



View the Original article

Indosat hadirkan layanan data berkecepatan 42 Mbps

Jakarta (ANTARA News) - Operator telekomunikasi Indosat menghadirkan layanan data dengan kecepatan hingga 42 Mbps di beberapa kota antara lain Jabodetabek, Bandung, Sukabumi, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

President Director & CEO Indosat Alexander Rusli di Jakarta, Selasa, mengatakan jaringan baru perusahaannya mengimplementasikan DC-HSPA+ diharapkan bisa memenuhi kebutuhan layanan data masyarakat di Tanah Air.

"Implementasi modernisasi jaringan yang kami lakukan ini merupakan bagian dari fokus utama kami untuk selalu menjadi pemimpin layanan data melalui peningkatan kualitas, kapasitas dan cakupan jaringan yang lebih luas," katanya.

Pelanggan di berbagai wilayah yang jaringannya telah termodernisasi dapat menggunakan layanan data seperti streaming dengan lebih lancar, mengunduh berbagai file dengan lebih cepat, mengunggah foto ke akun sosial medianya tanpa tertunda, hingga akses ke youtube tanpa terputus-putus (buffering).

Untuk dapat menikmati akses data dengan kecepatan hingga 42 Mbps, pelanggan harus menggunakan smart devices yang mendukung jaringan DC-HSPA+ yang saat ini sudah banyak beredar di pasar Indonesia dengan berbagai inovasi teknologi terbaru.

"Kami juga menghadirkan Kartu Perdana khusus untuk pengguna Internet, kartu dengan masa aktif 3 bulan dengan kuota Internet 3 GB tanpa batasan waktu (time band), plus Gratis Super WiFi dan Gratis BBM, dimana Kartu Perdana tersebut bisa dibeli dengan harga promo Rp36.000," katanya.

Dan untuk pelanggan IM3, Mentari atau Matrix bisa juga berlangganan paket Super Internet 8GB untuk internetan siang dan malam seharga Rp29.900/30 hari dengan cara ketik *123# lalu pilih Super Internet, atau melalui aplikasi INSTANT dengan akses http://instant.indosat.com.

Pihaknya memastikan dalam waktu dekat layanan data tersebut akan diperluas ke kota-kota lain di Indonesia.



View the Original article

Jomblo.com akan kembangkan fitur baru

Jakarta (ANTARA News) - Mendapat tanggapan positif yang ditandai dengan pesatnya jumlah pengguna, pihak jejaring sosial Jomblo.com akan mengembangkan berbagai fitur serta layanan baru dan inovatif.

Pengembangan yang akan segera dilakukan adalah optimisasi perangkat hardware server untuk mempercepat akses Jomblo.com dan persiapan pengembangan aplikasi iOS.

Kemudian, pihak Jomblo.com juga akan mengembangkan kegiatan-kegiatan marketing yang dilakukan secara offline untuk membangun hubungan yang erat dengan komunitas-komunitas.

"Saat ini, tim sedang fokus mengembangkan terus layanan Jomblo.com, baik dari segi fitur, maupun kegiatan-kegiatan komunitas," ujar co-founder Jomblo.com, Darrick Rochili dalam siaran pers yang diterima ANTARA News, Selasa.

Darrick mengungkapkan, sejak diluncurkan secara resmi pada Februari lalu, pengguna Jomblo.com kini sudah mencapai sekitar 33 ribu orang dan juga di-follow oleh lebih dari 5800 orang.

Kemudian, beberapa bulan sejak peluncuran perdananya, Jomblo.com pun secara resmi meluncurkan versi aplikasi mobile Androidnya melalui Google Play Store.

"Dalam waktu 2 minggu setelah peluncuran terbatas versi Beta, aplikasi ini telah di-download lebih dari 1200 kali," ungkap Darrick.

Berbagai fitur yang sudah ada di situs Jomblo.com pun kini tersedia melalui kemudahan aplikasi mobile Android Jomblo.com.

Salah satunya adalah fitur Galeri Jomblo yang memungkinkan para pengguna untuk melihat foto profil lawan jenis dan saling berkenalan dan berkirim pesan bila ada kecocokan.

Selain itu, pengguna akan dapat dengan mudah melihat apabila ada aktivitas atau pesan dari pengguna lain melalui sistem notifikasi Android.



View the Original article

Universitas Sanata Dharma tuan rumah Kompetisi Kincir Angin

Yogyakarta (ANTARA News) - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menjadi tuan rumah Kompetisi Kincir Angin Indonesia 2014 di Pantai Baru Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 15-19 September 2014.

"Kami ditunjuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai penyelenggara kompetisi tersebut," kata Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Johanes Eka Priyatma di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, Kompetisi Kincir Angin Indonesia (KKAI) 2014 bertema "Rekayasa dan Inovasi Teknologi Energi Terbarukan untuk Kemakmuran dan Kesejahteraan Manusia" itu akan diikuti perwakilan perguruan tinggi di Indonesia.

"Kompetisi itu diselenggarakan dilatarbelakangi oleh semakin diperlukannya sumber energi alternatif berupa sumber energi terbarukan dengan semakin menipisnya cadangan minyak dunia," katanya.

Ia mengatakan kompetisi itu bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa, mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia nyata, meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan energi terbarukan.

"Selain itu juga untuk membudayakan iklim kompetitif di lingkungan perguruan tinggi dan menimba ide kreatif mahasiswa dalam pengembangan energi terbarukan," katanya.

Kepala Subdirektorat Kreativitas dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Dikti Kemdikbud Victoriana Suhartini mengatakan kompetisi itu merupakan koridor program pengembangan inovasi mahasiswa.

"Kompetisi itu merupakan wahana pembelajaran mahasiswa khususnya dalam bidang pengembangan inovasi kincir angin. Mahasiswa diharapkan tertarik terhadap kincir angin sebagai energi terbarukan dan ke depan dapat menjadi ahli dalam bidang tersebut," katanya.

Ketua Panitia KKAI 2014 Iswanjono mengatakan kompetisi itu diselenggarakan USD bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitbmas) Ditjen Dikti Kemdikbud dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

"Kami menargetkan peserta kompetisi itu sebanyak 30 tim perwakilan dari perguruan tinggi di Indonesia. Setiap tim terdiri atas lima mahasiswa dan satu dosen pembimbing," kata dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) USD itu.

Menurut dia, pendaftaran peserta KKAI dimulai pada 6 Mei 2014 hingga 12 Juni 2014. Peserta yang telah mendaftar selanjutnya akan mengikuti tahap seleksi, dan tim yang lolos seleksi berhak mengikuti kompetisi di Pantai Baru Bantul pada 15-19 September 2014.

"Penilaian dalam kompetisi tersebut meliputi energi akumulatif, desain, dan keandalan. Persentase penilaian untuk energi akumulatif adalah 50 persen, desain 40 persen, dan keandalan 10 persen," katanya.



(B015/M008)



View the Original article

LIBER AMICORUM MURIDAN WIDJOJO DILUNCURKAN

Liber amicorum Muridan Widjojo diluncurkan
Selasa, 6 Mei 2014

Sebuah liber amicorum atas mendiang peneliti dan pakar Papua, Muridan Satrio Widjojo, bertajuk "Muridan: Kita & Papua" resmi diluncurkan Komunitas Bambu Minggu malam di Jakarta, kurang dari dua bulan selepas kepergian mendiang Muridan 7 Maret 2014 silam.

Liber amicorum adalah istilah untuk menyebut sebuah buku berisi catatan kenangan segenap sahabat, kolega, keluarga, atau orang-orang dekat mengenai seorang tokoh yang dibahas dan adalam buku ini adalah Muridan, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Buku ini memberikan banyak gambaran tentang percakapan-percakapan yang pernah terjadi antara Muridan dengan sahabat-sahabatnya, baik itu di Papua maupun Jakarta," kata Suma Riella Rusdiarti, istri mendiang Muridan saat menyampaikan sambutannya.

Buku tersebut berisikan sedikitnya 30 memoar orang-orang yang memiliki kenangan bersama Muridan, termasuk Riella.

Tokoh-tokoh lain yang mengungkapkan kenanganya tentang Muridan adalah Guru Besar Linguistik Universitas Indonesia Profesor Benny Hoedoro Hoed, sejarawan LIPI Asvi Warman Adam, sejarawan Universitas Colombo Srilanka Nirmal Ranjith Dewasiri, Direktur LSM Imparsial Poengky Indarti dan Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung.

Kemudian sejumlah pegiat Hak Asasi Manusia asal Papua seperti Elias Ramos Petege.

"Semenjak ia jatuh sakit, meskipun mengalami rasa sakit yang luar biasa, ia mengajarkan betapa besarnya semangat juangnya, terutama untuk masalah Papua," kata Riella, merujuk komplikasi pemyakit yang diderita Muridan.

Sejarawan JJ Rizal, yang menjadi editor buku ini bersama Wilson Obrigados dan Solahudin, mengaku tidak kesulitan mengumpulkan memoar-memoar dari ke-30 penulis dan merampungkannya dalam waktu kurang dari dua bulan setelah kepergian Muridan.

"Kurang dari dua bulan selesai ini menjadi bukti betapa istimewanya posisi mendiang Mas Muridan ini di antara para kenalannya. Dia itu seorang intelektual publik yang mau terlibat," kata Rizal.

Menurut Rizal pencapaian Muridan lebih dari sekadar sumbangan akademis, tetapi juga tindakan yang menggabungkan advokasi bagi masyarakat Papua dengan gerakannya.



» Arsip
» Diakses : 14 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article