Saturday, April 26, 2014

LIPI: PENGGUNAAN IPTEK JADI TUNTUTAN

LIPI: Penggunaan Iptek Jadi Tuntutan
Jumat, 25 April 2014

Penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi keharusan mengingat pasar yang ditopang oleh iptek semakin menjadi tuntutan di dunia.

Seperti yang dikutip dari Antara, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim usai membuka acara Diseminasi Hasil Teknologi Tepat Guna LIPI di Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong, Jawa Barat rabu mengatakan, penggunaan iptek jadi tuntutan.

Permintaan pasar dunia sekarang ini semakin spesifik, produk harus ditopang iptek. Dikatakan, mengatakan perekonomian Indonesia masih ditopang oleh sumber daya alam. Pemanfaatan iptek untuk memberikan nilai tambah masih sangat kurang.

Industri di Tanah Air pun masih sebatas perakitan, belum bergerak ke arah industri mendasar. Menurut Lukman, berkaca pada Republik Rakyat Tiongkok dan India yang menempatkan iptek sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dengan berkomitmen meningkatkan dana riset, dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia. ant/24.414/mar



» Arsip
» Diakses : 27 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article

Friday, April 25, 2014

Lamudi pendatang baru di portal properti Indonesia

Jakarta (ANTARA News) - Informasi properti seperti rumah dan tanah makin banyak diakses masyarakat Indonesia, namun masih sedikit yang memanfaatkan Internet sebagai sarana pencari informasi.

Hal tersebut dikemukakan Karan Khetan, co-founder dan managing director Lamudi.co.id saat peluncuran platform properti global Lamudi di Jakarta, Kamis.  


Oleh karena itu dia yakin Lamudi dapat berkembang pesat karena potensi besar dari portal properti di Indonesia.


Co-founder dan co-managing director Lamudi Indonesia Lorenzo Peracchione optimis hal itu akan terjadi bila masyarakat sudah mencoba layanan Lamudi. 


"Lamudi tampilannya sederhana, fiturnya mudah dipakai dan kontennya berkualitas. Kami memang ingin membuat pengguna dapat mencari informasi terbaik semudah mungkin," ujarnya.



Lamudi yang baru dua bulan berdiri di Indonesia itu kini sudah memuat 24.000 listing dari 856 agen di 30 kota Indonesia. 

Portal tersebut menyediakan informasi properti seperti rumah dan tanah. Pengguna dapat mengakses informasi seperti data properti dan foto-foto terkait serta terhubung langsung dengan agen, pengembang dan pemilik tanah.
Dalam enam bulan mendatang, mereka memiliki target untuk meningkatkan jumlah listing menjadi 200.000. Saat ini Lamudi memiliki kantor di Jakarta dan Surabaya yang diharapkan dapat menjadi pintu untuk memperluas jaringan ke Indonesia bagian timur.

Portal yang secara global berdiri sejak 2013 itu sudah tersedia di berbagai negara termasuk Algeria, Ethiopia, Myanmar, Filipina, Nigeria, Pakistan, Saudi Arabia dan Zimbabwe.



View the Original article

Indonesia butuh teropong astronomi lebih besar

Bandung (ANTARA News) - Indonesia membutuhkan teropong yang lebih besar untuk ilmu astronomi modern sehingga bisa mengimbangi teknologi astronomi yang dimiliki negara di kawasan itu, kata Guru Besar Kelompok Keahlian Astronomi ITB, Prof Dr Suhardja D.Wiramihardja.

"Saat ini Indonesia hanya memilliki teropong terbesar dengan diameter 0,7 meter. Teropong ini sangat jauh tertinggal, Australia dan Thailand telah memiliki teropong yang berdiameter lebih besar," katanya di Bandung, Jumat.

Ia menyebutkan, sejumlah negara telah memiliki teropong dengan diameter 12 meter hingga 15 meter, sehingga fasilitas yang ada saat ini jauh tertinggal.

Menurut Suhardja ilmu astronomi merupakan ilmu tertua yang memiliki banyak sekali kegunaanya. Astronomi bisa digunakan untuk menentukan musim tanam padi, hingga menentukan arah bagi nelayan.

"Rasi Bintang yang disebut Bentang Layang dimanfaatkan oleh nelayan untuk menentukan arah selatan bagi nelayan dan menentukan musim tanam bagi petani," katanya.

Suhardja menjelaskan masyarakat Sunda bahkan telah memanfaatkan ilmu astronomi sejak zaman dulu. Menurutnya, warga di Tatar Pasundan itu menggunakan ilmu astronomi sebagai penunjuk waktu.

"Pranatamangsa merupakan sistem penanda waktu yang telah digunakan oleh etnis Sunda sejak zaman dulu," kata Suhardja.

Selain sebagai penunjuk waktu masyarakat juga menggunakan astronomi untuk kegunaan lain. Orion Belt yang disebut masyarakat sunda dengan "Wuluku" telah digunakan sebagai penanda musim.

"Wuluku digunakan oleh masyarakat sunda sebagai penanda musim," kata Suhardja.

Ia menjelaskan, astronomi sebagai ilmu tertua masih relevan dan terus berkembang hingga saat ini. Astronomi akan terus diperlukan karena rasa ingin tahu manusia akan terus berkembang dan tidak akan hilang.



View the Original article

72 tim bersaing dalam Kontes Robot Indonesia 2014

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 72 tim dari 30 perguruan tinggi bersaing dalam Kontes Robot Indonesia 2014 tingkat regional II di Universitas Tarumanagara Jakarta pada 24 hingga 26 April.

Menurut Rektor Universitas Tarumanagara Prof Ir Roesdiman Soegiarso MSc PhD di Jakarta, Jumat, kontes robot untuk Regional II yang meliputi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat tersebut merupakan ajang seleksi untuk kompetisi yang lebih tinggi yakni International ABU Robocon di Pune-India 24 Agustus mendatang.

Kontes Robot Indonesia 2014 akan mencakup lima divisi yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe beroda, KRPAI tipe berkaki, Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).

Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara yang juga Ketua Panitia Kontes Robot Indonesia 2014 Agustinus Purna Irawan mengatakan ketentuan pertandingan ini mengacu pada aturan baku dari ABU Robocan 2014, dimana setiap tim terdiri atas tiga mahasiswa dan satu dosen pembimbing.

"Mereka akan merancang, membuat, mengoperasikan, dan mengatur strategi robot manual dan robot otomatis yang digunakan," jelas Agustinus.

Roesdiman mengatakan, kontes robot itu merupakan salah satu sarana mewujudkan tujuan pendidikan tinggi untuk
menumbuhkembangkan dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi guna
meningkatkan taraf hidup masyarakat.



View the Original article

Thursday, April 24, 2014

Pengguna WhatsApp tumbuh hingga setengah miliar

Jakarta (ANTARA News) - Aplikasi pengiriman pesan WhatsApp kini mencapai 500 juta pengguna setiap bulannya, di mana pertumbuhan tercepat terjadi di Brasil, India, Meksiko dan Rusia.

Secara kolektif, pengguna aplikasi ini berbagi 700 juta foto dan 100 juta video setiap harinya.

WhatsApp saat ini dalam proses pembelian oleh Facebook dengan harga sekitar 19 miliar dolar AS.

Awal bulan ini, kesepakatan yang diusulkan tersebut telah disetujui oleh Federal Trade Commission, namun Facebook masih perlu mendapatkan persetujuan peraturan sebelum bisa menyelesaikan pembelian.

Menurut laman CNET, meskipun pembelian ini mahal, WhatsApp sejalan dengan misi CEO Facebook Mark Zuckerberg yang ingin menjelajahi dunia secara sosial dan mencapai miliaran orang.

Dengan harga 1 dolar AS per tahun, layanan WhatsApp lebih murah dibandingkan SMS bagi mereka yang berada di pasar negara berkembang.

Kini WhatsApp memiliki 500 juta pengguna aktif bulanan, naik dari 450 juta pengguna pada Februari.



View the Original article

WhatsApp kini dilanggani setengah miliar pengguna

Washington (ANTARA News) - WhatsApp kini mempunyai 500 juta pengguna aktif reguler di seluruh dunia, demikian layanan pesan mobile yang diakuisisi Facebook ini seperti dikutip AFP.

Angka ini naik dari perkiraan akhir Februari lalu 450 juta pengguna ketika layanan ini meluas amat cepat di negara-negara seperti Brasil, India, Meksiko dan Rusia.

WhatsApp mengatakan dalam blognya bahwa penggunanya juga berbagi lebih dari 700 juta foto dan 100 juta video sehari.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan Februari lalu bahwa jejaring sosialnya mengakusisi WhatsApp senilai 19 miliar dolar AS.

Pembelian campuran saham dan tunai ini mengawinkan WhatsApp yang punya basis pengguna yang terus tumbuh dengan 1,2 miliar pengguna aktif Facebook.

Angka akuisisi gila-gilaan itu membuat orang terheran-heran namun Zuckerberg berkata pada Kongres Mobile Dunia di Spanyol beberapa hari lalu bahwa dia yakin nilai WhatsApp jauh di atas itu.

Dia beralasan hanya sedikit sekali layanan pesan yang bisa menjangkau jutaan orang di seluruh dunia.  Akuisisi ini menjadi akusisi terbesar yang dilakukan Facebook, demikian AFP.



View the Original article

Samsung perkenalkan TV layar lengkung pertama

Jakarta (ANTARA News) - Samsung memperkenalkan Curved UHD TV H9000, dalam ukuran 55 inci dan 65 inci dengan fitur-fitur yang diklaim memberi pengalaman menonton seperti di bioskop.

Samsung mengklaim ini sebagai televisi UHD (Ultra High Definition) berlayar lengkung pertama di dunia.

"Dengan faktor tampilan baru ini kami percaya Samsung dapat mengubah industri," ujar Director of Consumer Electronic Samsung Electronics Indonesia Bernard Ang dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Fitur Depth Enhancer yang menerapkan tingkat peningkatan kontras pada setiap bidang konten berbeda membuat efek kedalaman tayangan sehingga penonton merasa menyatu apa yang dilihatnya.

Sementara fitur PurColor membuat warna gambar mendekati warna asli sehingga terlihat alami ditambah gambar tajam karen UHD memiliki delapan juta piksel, empat kali lebih banyak dari teknologi FHD.

Sementara desain layar lengkung memastikan sudut pandang lebih luas dari layar datar dan gambar tetap terlihat jelas meski ditonton dari sisi samping.

"Ini mengadaptasi bioskop yang layarnya juga melengkung sehingga di mana saja duduk, gambar tetap terlihat sama," kata Product Manager Samsung TV Samsung Electronics Indonesia Veralya Suanto.

Panel lengkung Curved UHD TV H9000 juga disebut paling ideal dan menyediakan pengalaman menonton optimal. Bila lengkungan itu ditarik menjadi lingkaran, maka radiusnya 4,2 meter atau mendekati jarak terbaik untuk menonton televisi berdasarkan riset Samsung, yaitu 3,5--4 meter.

Senior Product Manager Samsung TV Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengemukakan konten UHD masih terbatas karena teknologi yang masih baru. Oleh karena itu, televisi layar lengkung UHD dari Samsung juga menyediakan fitur UHD Upscaling. Artinya, penonton dapat menikmati tayangan dengan standar di bawah UHD dengan kualitas hampir setara dengan UHD karena resolusinya dinaikkan.

Mengingat teknologi UHD masih berkembang, standar UHD saat ini masih rentan berubah. Untuk mengatasinya, Samsung menyertakan UHD Evolution Kit agar standar UHD dalam televisi selalu terdepan. 

Samsung Curved UHD TV dibanderol dengan kisaran harga Rp69.999.000 untuk 55 inci dan Rp89.999.000 ukuran 65 inci dan mulai tersedia sejak 24 April 2014.



View the Original article