Wednesday, September 25, 2013

KUNJUNGAN DARI IS-INOTEK/JEMA 2013 PROJECT

Kunjungan dari IS-INOTEK/JEMA 2013 PROJECT
Rabu, 25 September 2013

Pada Jumat lalu, 30 Agustus 2013, P2SMTP LIPI menerima kunjungan beberapa pakar dari Jepang yang tergabung dalam IS-INOTEK/JEMA 2013 PROJECT (International Standard Innovation Research Association/The Japan Electrical Manufacturers Association Project). Para pakar tersebut adalah Jun Nakamura dari Panasonic, Masaaki Uchita dari IS-INOTEK, Makoto Kaibara dan Harutsugu Tajima dari JRAIA (The Japan Refrigeration and Air Conditioning Industry Association). Kunjungan para pakar bermaksud mendesiminasikan standard internasional yang terbaru berkaitan dengan uji efisiensi energi piranti pendingin, yaitu AC dan lemari pendingin. Proyek ini telah dijalankan sejak tahun 2012 lalu dengan melibatkan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dengan kegiatan promosi uji efisiensi AC berdasarkan ISO 16358 dan uji efisiensi lemari pendingin berdasarkan IEC 62552 edisi kedua.

Tiga kegiatan utama yang dilakukan mereka pada tahun 2013yaitu: (1) Mengadakan seminar untuk standardisasi. Dari hasil rapat di BSN diputuskan, akan diagendakan seminar di Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2013. Dalam seminar tersebut akan dijelaskan standar baru yang akan diterapkan yaitu AC dan kulkas; (2) Pelatihan untuk staf laboratorium, terdiri atas dua pelatihan, yaitu: (1) Mengundang tenaga ahli dari Jepang untuk mengadakan pelatihan di Indonesia, dan (2) Memberangkatkan teknisi Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Jepang; dan (3) Round Robin test. Uji evaluasi ini direncanakan akan dilakukan antara lab-lab di beberapa negara ASEAN dengan JATL Jepang.

Dr. Dini Andiani, Ka. Bidang Teknologi Pengujian LIPI, menyambut baik kunjungan mereka kemudian menyampaikan kegiatan-kegiatan yang tengah berlangsung di Indonesia terkait efisiensi energi. P2SMTP LIPI dan beberapa laboratorium pengujian lainnya sedang melakukan uji profisiensi untuk produk penanak nasi dan lemari pendingin. Uji profisiensi ini dilaksanakan dengan dukungan dari BRESL Project (Barrier Removal To The Cost Effective Development And Implementation Of Energy Efficiency Standards And Labeling Project). Protokol uji profisiensi untuk lemari pendingin dibuat berdasarkan IEC 62552 dengan menggunakan metode test package. Saat ini, sampel uji profisiensi sedang dalam proses pengujian oleh Laboratrium uji Panasonic sebagai lab pivot. Uji profisiensi ini kemungkinan akan diselesaikan dalam 2-3 bulan kedepan.

Dalam kesempatan yang sama, Nakamura menginformasikan bahwa standar IEC 62552 telah direvisi baru-baru ini dengan dikeluarkannya edisi kedua. Pada edisi kedua, standar merekomendasikan metode baru dalam pengujian efisiensi kulkas yaitu dengan metode silinder. Nakamura menambahkan bahwa metode silinder ini memiliki akurasi yang tinggi, lebih cepat mencapai suhu stabil dan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan metode test package. Nakamura berharap dalam uji profisiensi yang dilakukan oleh lab-lab di Indonesia sudah dapat menerapkan metode baru tersebut. Untuk itu, beberapa lab di Indonesia diundang untuk mengikuti pelatihan tentang metode uji efisiensi kulkas berdasarkan IEC 62552 edisi kedua. Karena peralatan lab-lab di Indonesia, menurut Nakamura, masih belum memenuhi persayaratan standar revisi terbaru ini, pelatihan akan dilangsungkan di INTERTEK Jepang. Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 30 September s.d. 4 Oktober 2013. Lab yang diundang adalah Sucofindo sebanyak dua orang peserta, LIPI sebanyak dua orang peserta, dan B4T masih dalam konfirmasi. Pada akhir kunjungan singkat ini, para pakar berkunjung ke lab uji kelistrikan dan konversi energi P2SMTP LIPI.



» Arsip
» Diakses : 8 kali
» Dikirim : 0 kali


View the Original article

KUNJUNGAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Kunjungan Universitas Negeri Semarang
Rabu, 25 September 2013

Keluarga besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diwakili oleh program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Fakultas Teknik, dan didampingi oleh enam dosen pembimbing mengadakan kunjungan ke Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP LIPI), yang diwakili oleh Ade Khaerudin Taufik, M.Si.

Agus Suryanto, Selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) UNNES mengucapkan terima kasih, senang dapat diterima dengan luar biasa. Rombongan yang datang adalah Program studi (prodi) di Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer yaitu Fakultas Teknik Jurusan Elektro, dengan tiga Prodi: Fakultas Mekanik, Prodi Teknik Elektro, dan D III Teknik Elektro angkatan 2011.

Sekjur UNNES menyatakan bahwa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di P2SMTP-LIPI adalah bagian dari mata kuliah yang bertujuan memberikan study langsung, baik yang ada di kampus, atau dengan teknologi yang berkembang di lapangan. Diharapkan dari KKL, para mahasiswa banyak belajar, banyak menimba pengetahuan tentang Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian yang sangat berkaitan dengan bidang teknologi yang ada di UNNES.

UNESS sudah masuk ISO 9000 sehingga banyak dikaji dengan hal yang berkaitan dengan sistem penjaminan mutu. UNNES berharap para mahasiswa berkesempatan untuk dapat kerja praktik, observasi, kebutuhan referensi, pengujian, tugas akhir, atau kerja sama selanjutnya.

Dalam sambutan selamat datang, Ade Khaerudin Taufiq, M.Si. mengenalkan secara singkat Kawasan Puspiptek, yaitu Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang merupakan kawasan pusat penelitian terbesar di Indonesia dimana didalamnya terdapat beberapa lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, seperti LIPI, BPPT, BATAN dan Pusarpedal. Beliau menjelaskan satuan kerja LIPI yang berada di kawasan ini dan khususnya P2SMTP. LIPI tidak hanya di Jakarta, tapi ada di Banten, Cibinong, Bogor, Bandung, Purwodadi, Gungung Kidul, Kebumen, dan juga di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera, Sulawesi, bahkan hingga di Papua. LIPI berada di tempat yang berpotensi untuk dikembangkan dan diteliti lebih lanjut. Lebih lanjut, Ade Khaerudin menginformasikan contoh keterbukaan LIPI yang diwakili P2SMTP untuk bekerja sama dengan Perguruan Tinggi. Pada tanggal 21 s.d. 24 Oktober P2SMTP-LIPI akan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur, yaitu: Universitas Airlangga, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Negeri Malang dan beberapa unit litbang kementerian untuk penyelenggaraan Annual Meeting on Testing and Quality (AMTeQ) ke 8.

P2SMTP bertekat untuk menjadi acuan nasional di bidang system mutu dan teknologi pengujian. Oleh karena itu, beberapa unit pelayanan jasanya telah mendapatkan sertifikasi dan akreditasi sesuai standar ISO yang terkait: (1). Laboratorium pengujian sudah diakreditasi oleh KAN sesuai SNI-ISO/IEC 17025. (2). Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 sudah disertifikasi oleh TUV Nord. (3). Lembaga Sertifikasi Personel sudah diakreditasi oleh KAN sesuai SNI-ISO/IEC 17024. Semuanya dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat. P2SMTP LIPI selain melakukan penelitian, juga memberikan layanan kepada masyarakat berupa pelatihan, pengujian dan bimbingan teknis di bidang sistem mutu dan teknologi pengujian.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Teknologi Pengujian (Ka. BTP), Dr. Ir. Dini Andiani M.App.Sc., memaparkan tentang keunggulan dan daya saing Puslit khususnya dalam bidang teknologi pengujian. P2SMTP-LIPI melaksanakan pengujian berdasarkan penelitian yang terus berkembang di masyarakat dan dipersyaratkan oleh industri. Pemaparan pendahuluan ini kemudian diikuti dengan diskusi yang sangat hidup antara mahasiswa yang hadir dengan P2SMTP.

Dari hasil diskusi para peserta yang hadir, dapat dicatat beberapa hal sebagai berikut: Pertama: Sesuai namanya, Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian - LIPI melaksanakan (1) Penelitian dalam bidang Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian, tentang bagaimana pengaruh penerapan ISO 9001 terhadap kinerja suatu instansi,dan yang berkaitan dengan bidang- bidang kelistrikan dan efek elektromagnetik, (2) Pelayanan jasa Iptek dalam bidang Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian; Kedua: P2SMTP-LIPI terbuka untuk bekerja sama dalam bidang pengujian dengan industri, perguruan tinggi, peneliti, dan pihak lainnya selama terkait dengan lingkup pengujian; Ketiga, selain LIPI juga ada lembaga penelitian-penelitian yang lain. Setiap kementerian mempunyai badan penelitian dan pengembangan (Litbang), dimana kajiannya bersifat kebijakan yang diperlukan di kementeriannya. Penelitian LIPI bersifat nasional karena tugas LIPI secara keseluruhan adalah bagaimana membantu pemerintah dalam perumusan kebijakan iptek secara nasional.

Setelah acara sambutan dan presentasi, rombongan UNNES melihat dan mengenal langsung fasilitas laboratorium pengujian P2SMTP-LIPI, seperti : laboratorium EMC, laboratorium pengujian Peralatan Kesehatan, dan laboratorium pengujian Peralatan Industri Rumah Tangga, yang didukung oleh laboratorium Kompor dan Regulator dan Laboratorium IP Code.



» Arsip
» Diakses : 11 kali
» Dikirim : 0 kali


View the Original article

PUSAT PENELITIAN GEOTEKNOLOGI LIPI IMPLEMENTASIKAN ISO 9001

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Implementasikan ISO 9001
Rabu, 25 September 2013

Pusat Penelitian Geteknologi (P2G) LIPI Bandung, memulai sejarah baru dengan mencanangkan implementasi Sistem manajemen Mutu (SMM) berbasi SNI ISO 9001:2008. Hari Senin, tanggal 3 September 2013, menjadi hari bersejarah bagi P2G LIPI, yang ditandai dengan dimulainya era sistem manajemen yang tertata lebih rapi dan terdokumentasikan.

Acara dibuka oleh kepala Pusat Penelitan Geoteknologi LIPI, Dr. Ir. Haryadi Permana, yang menyatakan bahwa Implementasi SMM di P2G-LIPI tidak tergantung dari SK yang sudah ada dan bisa saja lebih dari yang dibayangkan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggan eksternal, juga para sivitas akademika sebagai pelanggan internal, dan tidak lupa juga Dr. Haryadi menyampaikan rasa terima kasih pada P2SMTP LIPI yang telah membimbing hingga dokumen SMM dapat terwujud.

Deputi IPT LIPI, Prof. Riset Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain, dalam arahannya menyatakan kegembiraannya dengan dimulainya era baru di P2G LIPI Bandung. Lebih lanjut Prof. Iskandar memaparkan bahwa stardar ISO dimulai di kalangan industri, dan kemudian diadopsi untuk organisasi yang lebih luas lagi, termasuk manajemen, bahkan untuk bidang jasa.

Lebih lanjut lagi Prof. Iskandar menjelaskan bahwa ISO dijalankan oleh standar yang pada core bisnisnya untuk peningkatan produk, keuntungan lainnya dengan menerapkan standar ini, kalangan industri tidak hanya mendapatkan benefit, tetapi juga penambahan inovasi baru yang belum ada sebelumnya. Pola pikir harus berubah, dengan tidak hanya apa yang kita mau kerjakan, akan tetapi apa yang bisa kita berikan untuk stakeholder. Untuk itu ada 4 hal yang penting untuk dilaksanakan dalam implementasi SMM ISO 9001, yaitu: Komitmen, berupa janji yang harus diimplementasikan oleh seluruh sivitas, (2) upaya mengintegrasikan standar kedalam sistem yang dibangun, (3) Bermuara pada pelayanan yang lebih baik, dan (4) perlunya audit sebagalai salah satu bahan evaluasi. Keempat hal tersebut harus dilaksanakan oleh seluruh sivitas sebagai pertanggungjawaban terhadap sistem, sebagai kesiapan pelaksanaan dan komitmen untuk menjalankan SMM.

Orientasi perbaikan sistem dalam implentasi SMM perlu dibangun dengan sungguh-sungguh, perlunya pertemuan periodik untuk memeriksa apakah sistem sudah berjalan dengan baik atau belum. Bila perlu bulanan atau dua pekanan, tegasnya.

Selanjutnya pemaparan dan sosialisasi SMM P2G LIPI yang dipresentasikan secara langsung oleh Manajer Puncak, Kepala P2G-LIPI. Pemaparan tentang SMM yang diperlukan dan dari kesemuanya lebih menekankan pada fokus pada pelanggan seperti yang tertuang dalam standar SNI ISO 9001:2008.

Melengkapi acara peresmian implementasi SMM berbasis ISO 9001:2008 di P2G-LIPI, Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP)-LIPI, Dr.Ir. Puji Winarni berbagi pengalaman tentang implementasi SMM di satuan kerjanya. Dr. Puji Winarni menekankan bahwa selain fokus pada pelanggan, organisasi pemerintah sangat perlu, bahkan wajib memperhatikan aturan implementasi Reformasi Birokrasi RB dari KemenPAN-RB.

Penekanan yang dimaksud Dr.Puji adalah dalam aspek perangkat keras (hard), berupa: (1) sinergisitas kebijakan pemenuhan pesyaratan SNI ISO 9001:2008 dengan regulasi yang ada; (2) pengaturan anggaran yang cermat. Sementara dalam aspek perangkat lunak (soft)- nya berupa: (1) Menejer Puncak harus bisa sebagai role model; (2) rasa memiliki oleh personel organisasi atas dokumen SMM berbasi SNI ISO 9001; dan (3) perlunya personel yang bisa menjadi agent of change dalam implementasi SMM, sebagai perpanangan manajemen.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi seputar SMM yang akan diterapkan di P2G LIPI, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak kinerja antara eselon 2 dan para eselon 3 di lingkungan P2G LIPI, dilanjutkan dengan foto bersama dan ditutup dengan pembacaan doa dan makan siang bersama. Selamat menjalankan SNI ISO 9001:2008 P2G-LIPI, semoga sertifikat ISO 9001 dapat diperoleh, sebagai pengakuan pihak ketiga atas implementasi standar manajemen internasional itu!



» Arsip
» Diakses : 19 kali
» Dikirim : 0 kali


View the Original article

PELATIHAN AUDIT INTERNAL TERHADAP SNI ISO 9001: 2008 BERBASIS SNI ISO 19011: 2012

Pelatihan Audit Internal terhadap SNI ISO 9001: 2008 Berbasis SNI ISO 19011: 2012
Rabu, 25 September 2013

Pada tanggal 10 s.d. 11 September 2013, Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP-LIPI) menyelenggarakan pelatihan “Audit Internal terhadap SNI ISO 9001: 2008 Berbasis SNI ISO 19011: 2012”. Pelatihan tersebut merupakan pelatihan perdana di Gedung 417, kawasan Puspiptek, kota Tangerang Selatan, dihadiri oleh 11 orang peserta dari berbagai institusi.  Pelatihan dibuka oleh Kepala P2SMTP-LIPI Dr. Ir. Puji Winarni, M.A.

Selain mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para peserta pelatihan, Kepala P2SMTP-LIPI juga menjelaskan, bahwa dalam pelatihan “Audit Internal terhadap SNI ISO 9001: 2008 Berbasis SNI ISO 19011: 2012” dapat digunakan untuk saling sharing informasi. P2SMTP-LIPI berharap bahwa apa yang disampaikan para instruktur pada pelatihan ini, dapat diserap dengan baik.  Selain itu para peserta diharapkan dapat mempelajari materi tersebut  pada kesempatan lain, karena waktu pelatihan selama dua hari mungkin tidak terlalu ideal untuk memahami semua aspek tentang audit internal

Ada dua materi utama yang diberikan dalam pelathan ini, yaitu SNI ISO  9001: 2008 yang menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu (SMM) dan SNI ISO 19011: 2012 yang memberikan panduan tentang audit sistem manajemen, termasuk prinsip audit, pengelolaan program audit dan pelaksanaan audit sistem manajemen, serta panduan tentang kompetensi personel yang terlibat dalam proses audit termasuk personel yang mengelola program audit.

 Salah satu peserta, Dra. Fitrileni. M.Si., dari PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. unit R  & D, Bandung, mengungkapkan bahwa pelatihan menarik, menambah banyak wawasan. Dengan mengikuti Pelatihan “Audit Internal terhadap SNI ISO 9001: 2008 Berbasis SNI ISO 19011: 2012”  yang disampaikan secara bertahap, dimulai dari pembuatan dokumen sampai dengan audit diharapkan peserta dapat mengaudit di tempat kerjaannya sendiri. Para peserta juga mendapat wawasan baru bagaimana memahami dokumen sehingga dapat mengintegrasikannya. Pelatihan di P2SMTP-LIPI tidak hanya membahas terkait materi,tetapi juga peserta dapat berdiskusi hal lain dalam pengembangannya.

Dalam penutupan pelatihan tersebut, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kerja sama Teknis dan Jasa Ilmiah, yang sekaligus sebagai salah satu tim audit, Ade Khaerudin Taufiq, M.Si., mengatakan idealnya konsep dalam suatu pelatihan menghasilkan tiga perubahan: (1) Pengetahuan; (2) Sikap; dan (3) Keterampilan, selain itu diharapkan pelatihan ini menjadi tempat ditemukannya hal-hal baru dan menjadi tempat untuk meningkatkan kompetensi para peserta.

Semoga suatu saat nanti peserta dapat kembali lagi ke  P2SMTP-LIPI, dengan nuansa yang baru dan pelatihan baru.



» Arsip
» Diakses : 15 kali
» Dikirim : 0 kali


View the Original article

SOSIALISASI ISO 9001 DI P2PMB-LIPI

Sosialisasi ISO 9001 di P2PMB-LIPI
Rabu, 25 September 2013

Jum`at, 13 September 2013, pukul 9.30-11.30 WIB, Agus Fanar Syukri, Ph.D peneliti sistem manajemen dan bisnis di Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) LIPI mensosialisasikan urgensi implementasi sistem manajemen mutu berbasis SNI ISO 9001:2008 di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI. Acara dihadiri oleh Kepala Pusat, Dr. Endang Turmudi, MA; para pejabat eselon 3 dan eselon 4 serta para peneliti dan fungsional lainnya dengan jumlah sekitar 35 orang.

Acara sosialisasi dimulai dengan sambutan dari Kepala PMB-LIPI yang memberikan arahan bahwa di era reformasi birokrasi di mana LIPI sudah menerima tunjangan kinerja sebesar 40 persen, para peneliti dan pegawai LIPI harus bisa meningkatkan kinerja masing-masing, sehingga sangat penting untuk mengelola sumber daya yang dimiliki untuk tujuan tersebut. Negara-negara demokrasi yang sudah stabil, memerlukan waktu 40-120 tahun untuk proses pencapaian level tersebut. Indonesia walaupun sudah merdeka 68 tahun, tetapi demokrasi baru dihitung sejak era reformasi.

Agus Fanar Syukri, Ph.D memaparkan tentang sistem manajemen mutu berbasis SNI ISO 9001:2008, yang meliputi 8 prinsip manajemen mutu, bagaimana langkah-langkah implementasinya, juga tool yang digunakan untuk memotret kesiapan suatu organisasi untuk mengimplementasikan standar internasional tersebut. Landasan teori budaya organisasi dan budaya mutu pun dibahas di forum diskusi dan berbagi informasi yang banyak dihadiri oleh para peneliti budaya dan kemasyarakatan, yang beberapa di antaranya telah bergelar Profesor Riset.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh M. Azzam Manan, pertanyaan-pertanyaan bernas disampaikan oleh para peneliti budaya di PMB-LIPI, dan pokok bahasan kendala implementasi ISO 9001 di satuan-satuan kerja yang selama ini telah dibimbing oleh P2SMTP-LIPI menyita perhatian hadirin. Narasumber menyatakan bahwa komitmen manajemen tetaplah yang pertama dan utama, dan bukan sekedar komat-kamit mengungkapkan keinginan mengimplementasikan ISO 9001 semata, tetapi juga ditindaklanjuti dengan penunjukan Wakil Manajemen dan tim persiapan, juga dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh tim tersebut.

Prof.Riset Dwi Purwoko mendiskusikan tentang mana yang lebih penting dalam bangunan mutu, apakah benar bahwa komunikasi adalah faktor terpenting, ataukah norma-norma yang menurut teori budaya Robin, juga Schein, merupakan faktor kunci dalam pembentukan budaya. Narasumber menjawab bahwa dalam teori sosial dan budaya memang sering dijumpai teori-teori yang saling melengkapi, dan untuk bangunan budaya, komunikasi merupakan semen perekat bagi 7 unsur lainnya yang meliputi etika, integritas, kepercayaan, kepemimpinan, kerja tim, pelatihan dan penghargaan.



» Arsip
» Diakses : 17 kali
» Dikirim : 0 kali


View the Original article

PENANDATANGANAN KERJA SAMA PRODUK PENGUJIAN DENGAN INDUSTRI

Penandatanganan Kerja Sama Produk Pengujian dengan Industri
Rabu, 25 September 2013

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) LIPI melaksanakan Penandatanganan kontrak kerja sama dengan PT TUV Rheiland Indonesia (TRID) tentang Produk Pengujian, dilaksanakan di lobi lantai 1 Gedung Laboratorium P2SMTP-LIPI. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala P2SMTP-LIPI, Dr. Ir. Puji Winarni, M.A. dan Direktur Utama TRID, Ir Muhammad Bascharul Asana, M.B.A.

Dalam sambutannya, Dirut TRID, Ir Muhammad Bascharul Asana, M.B.A., menyampaikan bahwa kerja sama menjadi suatu momentum buat TUV Rheinland Group bahwa untuk bersiap mendapat kapasitas, bekerja sama dengan lain, saling memanfaatkan, simbiosis mutualisme sehingga saling menguntungkan.

Perusahaan TUV berdiri sejak tahun 1872, dan bergerak di bidang; testing dan inspeksi. Hingga sekarang perusahaan ini sudah berada di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, TRID berfokus pada Sistem Manajemen Mutu ISO, beberapa pengujian, testing inspeksi, dan juga LS Pro.

Jika melihat potensi Indonesia, seperti kita tahu semua baca di Koran; luar biasa postensi Indonesia. Tiga hari yang lalu kliping koran di Jerman, membahas khusus Indonesia, minggu sebelumnya; betapa atraktif Indonesia di semua bisnis, dan Pemerintah mengarah ke satu sheet. jelas Muhammad Bascharul Asana, M.B.A.

Dirut PT TRID menjelaskan, bagaimana personel sertification dikembangkan, dan hampir semua sudah melihat Indonesia akan kesulitan jika tidak dilakukan sekarang apalagi ketika harus mengantisipasi pasar tunggal ASEAN th 2015. Jika tidak disiapkan mungkin tidak diberi stempel hasil inspeksi, maka berpotensi tinggi tidak diterima di tingkat internasional. Itu salah satu contoh bagaimana Jerman sebagai Negara lima besar di dunia yang urutan ekonomi cukup tinggi, sudah melihat produk baru yg akan mereka fokuskan. Jadi ada 3 sektor Jerman itu sangat kuat , seperti:

  1. Industri jasa yaitu Testing Inspection Certification (TIC)
  2. Infrastruktur
  3. Industrial service, yang akan dikaitkan dengan personel sertifikasi dan produk sertifikasi, dan inspeksi, seperti monorail, free trade zone asia pasific 2015

TIC menjadi agenda utama, keinginan TUV dalam memenuhi kebutuhan pasar pengujian, sudah saatnya seperti TRID, Sucofindo, P2SMTP-LIPI harus bersama-sama, yaitu:

  1. Saling mengkonsolidasikan semua kapasitas, seperti TUV Rheiland tabel di mana masih banyak yang kosong, standa-standar yang dikeluarkan oleh pemerintah SNI, sementara kapasitas web dan elektronik belum banyak . Karena tidak mungkin saling tidak bekerja sama untuk mengisisinya. Dua tahun lagi ketika pasar dibuka bisa saja akan di isi oleh orang lain seperti Sirim-Malaysia, atau yang yang lain, itu berbahaya dan tidak mempunyai kesempatan. Jadi TRID ingin sekali bekerja sama untuk mengisi tabel tersebut.
  2. Bagaimana kapasitas ini digunakan mengisi kebutuhan dengan pengujian. Masih banyak perusahaan pengatur organisasi mengatur sendiri tidak diberi diberi pihak ke-3 seperti PT TRID, Sucofindo,P2SMTP-LIPI, dan sebagainya.

Diharapkan ada konsolidasi diantara kita, untuk saling mengisi, untuk saling mendukung. Seperti pada jasa pengujian Electromagnetic Compatibility (EMC), dan kami memerlukan tenaga ahli, dan kerja sama tidak hanya SDM pengujian tetapi juga lainnya. Semoga kerja sama berjalan baik dan sukses , sehingga memperluas kapasitas yang dibutuhkan. harap Dirut.

Dalam sambutan balasan, Kepala P2SMTP-LIPI, Dr. Ir. Puji Winarni, M.A. menyampaikan bahwa apa yang dilakukan di P2SMTP-LIPI adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagian dari upaya P2SMTP-LIPI untuk Message International Community, P2SMTP-LIPI berusaha untuk bekerja sama, melihat bahwa peran IPTEK 2015 benar-benar sangat diharapkan menjadi soko guru suatu pendorong dari ekonomi Indonesia . Peran Iptek diharapkan perannya untuk juga berperan serta membangun Indonesia.

Kami berkomitmen bahwa apa yang ada di masyarakat adalah menjadikan kami dapat mengembangkan P2SMTP-LIPI , bahwa kami para peneliti, perekayasa, dan lain-lain melakukan berdasarkan kebermanfaatan masyarakat.ungkap Kapus Puji Winarni.

Mudah-mudahan yang dirintis oleh sivitas P2SMTP-LIPI semakin memperkuat kerja sama industri. Apa yang puslit lakukan semuanya bermuara, bermanfaat dalam skala kecil maupun besar. Terima kasih atas kepercayaan TUV dan mudah-mudahan dapat memperluar hal-hal yang lain, dan menjadi pendorong uuntuk semakin kuat dengan kompetensi yang P2SMTP-LIPI miliki.

Pada kesempatan yang berbeda, Senior Manager Products and Mobility, PT TRID, Dipl. Ing. Ruddy Herlawanto menjelaskan, bahwa kapasistas EMC yang dimiliki P2SMTP-LIPI sangat lengkap, terkait kondisi yang mendukung pencapaian Millenium Development Goals (MGD), juga cerita dan kompetensi SDM LIPI sangat memadai.

Setelah acara penandatanganan, rombongan PT TRID melihat-lihat fasilitas laboratorium pengujian P2SMTP-LIPI: EMC, Alat Kesehatan, Alat Rumah Tangga, Konversi Energi, dan P2SMTP-LIPI juga mengelola Sertifikasi Personel Sistem Mutu.



» Arsip
» Diakses : 21 kali
» Dikirim : 0 kali


View the Original article

LIPI EXPO 2013: RISET DASAR SEBAGAI FONDASI KEMANDIRIAN BANGSA

LIPI EXPO 2013: Riset Dasar sebagai Fondasi Kemandirian Bangsa
Rabu, 25 September 2013

Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia tak bisa dipisahkan dari perjalanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai lembaga penelitian tertua dan terbesar di Indonesia. Di usianya yang kini menginjak 46 tahun, kiprah LIPI sesungguhnya telah dimulai sejak ilmuwan Belanda Jacobus Bontius yang meneliti kekayaan flora Indonesia dan ahli botani Jerman Georg Eberhard Rumphius yang menulis Herbarium Amboinese pada abad ke-16. Momentumnya adalah tahun 1817, saat C.G.L. Reinwardt mendirikan Kebun Raya Indonesia (S'land Plantentuin) di Bogor yang kini menjadi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor - LIPI.

Di usianya yang mendekati setengah abad, LIPI berdiri tegak menyejajarkan diri sebagai lembaga riset multidisiplin yang diperhitungkan di tingkat regional Asia-Pasifik. Melakukan tradisi riset yang tidak hanya untuk memuaskan keingintahuan (curiosity) peneliti, tapi juga menyentuh masyarakat di sudut-sudut negeri ini.

Kiprah LIPI sebagai lembaga penelitian berkelas dunia dibuktikan dengan duduknya LIPI di peringkat ke-107 lembaga riset dunia versi Webometric. Peringkat LIPI adalah yang tertinggi untuk kawasan Asia Tenggara. Webometric hanyalah salah satu dari banyak indikator keberhasilan lembaga riset publik. Jumlah publikasi ilmiah dan paten yang dihasilkan adalah juga indikator tingkat produktivitas penelitian. Oleh karena itu, saya pribadi, mendorong agar setiap kegiatan riset harus memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, nyata dirasakan oleh publik dan besar dampaknya bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, pesan Kepala LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim.

Dengan karakter multidisplin, LIPI telah menghasilkan berbagai produk riset yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat. Pada tahun ini, tiga hasil riset peneliti LIPI mampu masuk dalam 18 Karya Inovasi Unggulan Anak Bangsa Tahun 2013 yakni Sedan dan Bus Listrik Hevina, Instalasi Pengolahan Air Gambut (IPAG), dan Radar ISRA. Tiga hasil riset tadi merupakan salah satu upaya LIPI memecahkan persoalan bangsa terkait isu perubahan iklim dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di bidang teknologi informasi, LIPI meluncurkan sistem perangkat lunak (software) BandrOs (Bandung Raya Operating System) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan privasi kelompok stakeholders. Produk riset LIPI juga menyentuh kebutuhan masyarakat grass root melalui program IPTEKDA (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Daerah) yang dilaksanakan sejak tahun 1998, antara lain menyediaan air bersih melalui inovasi Instalasi Pengolah Air Gambut, teknologi inseminasi buatan untuk meningkatkan produktivitas ternak, pengolahan makanan dan peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang berkelanjutan.

Sebagai upaya penyebaran hasil riset serta pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) kepada masyarakat, LIPI kembali menggelar LIPI Expo untuk kali ketiga setelah ajang serupa pada tahun 2009 dan 2011. Bertajuk Bakti LIPI untuk Negeri, LIPI Expo 2013 akan berlangsung pada tanggal 26 sampai 30 September 2013, bertempat di Sports Centre Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Kali ini, LIPI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk penyelenggaraan acara tersebut.

Pemilihan penyelenggaraan LIPI Expo 2013 di Bengkulu didasari upaya memasyarakatkan hasil riset dan sumber daya kepakaran LIPI agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Pulau Sumatera dan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2013, dengan menempatkan Sumatera sebagai gerbang ekonomi nasional ke pasar Eropa, Afrika, Asia Selatan, Asia Timur, serta Australia.

Selain LIPI Expo 2013 , LIPI juga berpartisipasi pada kegiatan Riau Expo 2013 di Pekanbaru tanggal 16 - 21 September 2013, bekerja sama dengan Balitbang Provinsi Riau. Pada saat yang bersamaan, LIPI juga turut andil dalam Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2013 yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat.

Di LIPI Expo 2013, hasil riset LIPI akan terbagi dalam delapan kluster yang mencakup Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan, Energi dan Transportasi, Pangan, Obat-Obatan dan Kesehatan, Teknologi Tepat Guna dan Inovasi, Sosial dan Kemanusiaan, dan Iptek untuk Daerah.

Selain pameran hasil riset LIPI, LIPI Expo 2013 juga menghadirkan pameran pembangunan Provinsi Bengkulu, seminar, talkshow, science show, diskusi interaktif, temu bisnis, pemutaran film Iptek dan forum pelatihan untuk guru dan siswa yang diikuti oleh Lembaga Pemerintah Non kementerian dibawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi RI, Pemerintah Kota dan Kabupaten se-Sumatera, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi se-Sumatera.

Dalam seminar dan workshop yang akan diselenggarakan di Bengkulu sebagai rangkaian acara LIPI Expo, salah satu pembicara kunci adalah Prof. Dr. Hery Harjono. Pakar geologi LIPI ini akan memaparkan hasil riset tim LIPI terkait karakteristik gunung bawah laut di lepas pantai Bengkulu menggunakan metoda seismik. Tak hanya itu saja, ada juga talkshow PEMILU 2014 dan Konsolidasi Demokrasi Indonesia dengan narasumber Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti dan Prof. Dr. Syamsuddin Haris. Diharapkan rangkaian acara LIPI EXPO 2013 semakin mendekatkan LIPI dan hasil-hasil risetnya ke seluruh masyarakat Indonesia, terutama riset dasar yang berkontribusi bagi fondasi kemandirian bangsa.



» Arsip
» Diakses : 44 kali
» Dikirim : 0 kali



View the Original article